ZoyaPatel

Dari Ompreng ke Bangku Kelas, MBG Mengubah Pagi Anak-anak Taman Krocok

Mumbai
(Para siswa bersiap menyantap menu MBG di SDN Taman 3, Kecamatan Taman Krocok, Bondowoso)

Bondowoso, (JaringanKita.id) – Pagi di SDN Taman 3, Desa Taman, Kecamatan Taman Krocok, kini tak lagi dimulai dengan ruang kelas setengah kosong. Anak-anak berdiri berbaris, menunggu giliran menerima ompreng makan siang, sebelum pelajaran dimulai.

Pemandangan itu baru terjadi sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) masuk ke sekolah tersebut pada Senin, 26 Januari 2026. Rabu, 28 Januari 2026, menjadi hari ketiga distribusi dilakukan.

Menu hari itu sederhana: ayam rolade, tempe bacem, tumis buncis jagung, dan sebuah apel. Namun bagi siswa, isinya bukan sekadar lauk, melainkan alasan untuk datang ke sekolah lebih pagi.

“Sekarang mereka datang semua,” kata Kepala SDN Taman 3, Samsul Hadi S. Sebelumnya, tingkat kehadiran siswa di sekolahnya tak pernah penuh. Setiap hari selalu ada bangku kosong.

SDN Taman 3 memiliki 59 siswa dari kelas I hingga VI. Wilayahnya masuk kategori pelosok, dengan kondisi sosial yang berbeda dibanding sekolah di perkotaan. Guru terbiasa mendatangi rumah siswa untuk memastikan mereka berangkat sekolah. “Kita sudah biasa menjemput. Tapi sekarang tidak perlu lagi,” ujarnya singkat.

Dari dapur layanan, Kepala SPPG Taman Krocok, Burhanuddin, menyebut SDN Taman 3 menerima jatah MBG untuk 70 penerima manfaat, termasuk guru. Secara keseluruhan, SPPG melayani 1.353 penerima manfaat di beberapa desa sekitar. “Distribusi masih aman. Tantangan ke depan tentu ada, terutama akses jalan,” katanya.

Di salah satu sudut kelas, Nia, siswi kelas VI, membuka omprengnya. Lauk ayamnya menjadi favorit. “Kalau ayamnya seperti ini lagi, saya mau,” katanya sambil tersenyum.

Di sekolah kecil di pelosok Bondowoso ini, perubahan besar tak datang lewat bangunan baru atau kurikulum baru. Ia datang lewat ompreng yang membuat bangku kelas kembali terisi. (*)
Ahmedabad