ZoyaPatel

SMK PPN 1 Tegalampel Bondowoso dengan SMKN 3 Bondowoso

Mumbai

Musuh Bebuyutan Kini Bareng Bercocok Tanam, Begini Kolaborasi Siswa SMK PPN 1 Tegalampel Dan SMKN 3 Bondowoso Wujudkan Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan



Jaringan Kita - Aneh tapi fakta, pemandangan tak lazim terlihat di lahan-lahan kosong SMKN 3 Bondowoso. Jika biasanya hubungan antar-sekolah sering kali diwarnai rivalitas dingin, siswa kompetensi keahlian ATPH (Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura) dari SMK PPN 1 Tegalampel dan SMKN 3 Bondowoso justru tampak saling gotong royong mengolah tanah dan merawat tanaman.

Label "musuh bebuyutan" yang sempat melekat akibat persaingan di masa lalu, kini resmi luntur. Kedua sekolah kejuruan besar di Bondowoso ini sepakat menjalin kolaborasi strategis untuk mewujudkan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan.

Kepala SMKN 3 Bondowoso Daris Wibisono Setiawan menegaskan bahwasannya kolaborasi ini menggabungkan dua disiplin ilmu yang berbeda namun saling melengkapi. SMK PPN 1 Tegalampel membawa keahlian utama di bidang budidaya pertanian (agribisnis), sementara SMKN 3 Bondowoso mendukung dari sisi teknologi mekanisasi dan inovasi pendukung.

"Tantangan krisis pangan di masa depan jauh lebih penting daripada sekadar rivalitas, hari ini kami buktikan bisa berkolaborasi untuk terwujudnya inovasi SIKAP" ujar Daris yang meninjau langsung giat proyek tersebut.

Hal senada juga disampaikan oleh kepala SMK PPN 1 Tegalampel Siti Ani Maya Sulhah yang menyatakan bahwa kerja sama ini bukan sekadar simulasi, melainkan langkah nyata mencetak lulusan SMK yang siap kerja dan mampu menjadi motor penggerak ketahanan pangan nasional.

“Sungguh kolaborasi yang luar biasa dengan komitmen kuat mendukung inovasi SIKAP ibu Gubernur Jawa Timur, perkawinan antara kompetensi budidaya pertanian dan teknologi pertanian” ujar Maya bahagia.

Sementara itu, penanggung jawab kegiatan Luluk Masluhah yang sekaligus wakil kepala SMKN 3 Bondowoso bidang kurikulum menegaskan bahwa hasil dari implementasi inovasi SIKAP ini rencananya tidak hanya dikonsumsi di lingkungan sekolah, tetapi juga akan dipasarkan sebagai produk unggulan siswa (Teaching Factory).

“Semua warga sekolah nantinya akan bergerak berdampak, mengoptimalkan lahan-lahan tidur menjadi lahan produktif yang hasilnya nanti juga akan dikonsumsi bersama-sama” ujar Luluk senang.

Melalui sinergi ini, SMK PPN 1 Tegalampel dan SMKN 3 Bondowoso juga berhasil membuktikan bahwa kolaborasi jauh lebih berharga daripada kompetisi yang tidak sehat. Semangat kebersamaan di ladang pertanian ini menjadi simbol baru bagi kemajuan pendidikan kejuruan di Kabupaten Bondowoso. (*)


Ahmedabad