ZoyaPatel

SPPG Tamansari Selalu Responsif pada Selera Siswa, Menu Favorit Tetap Lewat Proses Ketat dan Higienis

Mumbai
MENANYAKAN:Aslap SPPG Tmansari saat menanyakan menu favorit siswa SDN Tamansari 2


BONDOWOSO, Jaringan Kita - SPPG Tamansari terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan penyediaan makanan bergizi yang berkualitas bagi para siswa. Tidak sekadar mendistribusikan makanan, tim SPPG Tamansari aktif membangun komunikasi dua arah agar menu yang disajikan benar-benar sesuai kebutuhan dan selera anak-anak. Pendekatan ini membuat program makan bersama di sekolah tetap diminati dan dinantikan setiap hari.



Secara rutin, pengelola menanyakan langsung menu kesukaan siswa melalui guru maupun perwakilan kelas. Cara tersebut dilakukan agar siswa merasa dilibatkan dalam penyusunan menu. Aspirasi yang terkumpul kemudian menjadi bahan evaluasi, sehingga variasi makanan tidak monoton dan tetap menarik bagi anak-anak.



Selain menampung preferensi siswa, SPPG Tamansari juga membuka ruang masukan dari orang tua dan pihak sekolah. Kritik maupun saran dianggap sebagai energi positif untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Tidak sedikit perubahan menu yang lahir dari usulan siswa yang menginginkan sajian tertentu atau variasi baru.



Meski demikian, pengelola menegaskan bahwa setiap menu tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan selera. Seluruh makanan harus melalui prosedur ketat, mulai dari perencanaan gizi, pemilihan bahan baku berkualitas, proses pengolahan higienis, hingga distribusi yang aman. Standar ini diterapkan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi siswa sehat dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian.



Asisten lapangan SPPG Tamansari, Savana, mengatakan bahwa komunikasi dengan siswa menjadi prioritas agar program berjalan efektif. “Kami memang selalu menanyakan makanan apa yang mereka sukai. Tapi semua tetap harus disesuaikan dengan standar gizi dan keamanan pangan yang berlaku,” ujarnya.



Menurut Savana, pengawasan dilakukan secara menyeluruh setiap hari. Bahan baku dicek kesegarannya, dapur dipastikan bersih, dan makanan diperiksa sebelum dikirim ke sekolah. Langkah tersebut dilakukan agar kualitas tetap konsisten dan siswa merasa aman saat mengonsumsi makanan yang disediakan.



Sementara itu, Mitra SPPG Tamansari, Yusuf, menilai keterbukaan terhadap masukan menjadi kunci keberhasilan layanan ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup diri terhadap kritik selama tujuannya untuk kebaikan siswa. “Kalau ada menu yang kurang diminati, kami evaluasi. Kalau ada yang disukai, kami hadirkan kembali, tentu dengan komposisi gizi yang seimbang,” jelasnya.



Dengan pendekatan yang partisipatif namun tetap disiplin terhadap standar kesehatan, SPPG Tamansari diharapkan terus menjadi contoh layanan penyediaan makanan sekolah yang responsif dan bertanggung jawab. Program ini bukan hanya memastikan siswa kenyang, tetapi juga mendukung tumbuh kembang mereka melalui asupan yang aman, sehat, dan bergizi.






Ahmedabad