Perhutani Bondowoso Optimalkan Lahan Negara, Dorong Ekonomi Desa Lewat KDMP
Mumbai
Foto: Perhutani Bondowoso dan Pemerintah Desa Baderan dan Bugeman saat menandatangani PKS
Ahmedabad
Bondowoso/JaringanKita. Upaya mendorong kemandirian ekonomi desa terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso menggandeng pemerintah desa di Kabupaten Situbondo untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan negara menjadi sumber usaha produktif bagi masyarakat melalui program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Perhutani KPH Bondowoso dengan KDMP Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, serta KDMP Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Situbondo.
Kegiatan penandatanganan berlangsung di Aula Sonokeling Perhutani KPH Bondowoso dan disaksikan jajaran manajemen Perhutani serta kepala desa setempat.
Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menyampaikan bahwa optimalisasi aset berupa tanah perusahaan merupakan strategi untuk meningkatkan nilai manfaat lahan negara sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat desa sekitar hutan.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa aset negara dapat dimanfaatkan secara produktif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ini juga bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam penguatan ekonomi desa melalui KDMP,” ujarnya, Senin (04/05/2026).
Ia menambahkan, pemanfaatan lahan tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Desa Bugeman, Udit Yuliasto, mengapresiasi langkah Perhutani yang melibatkan desa dalam pengelolaan aset negara. Menurutnya, kerja sama ini menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan melalui kegiatan ekonomi produktif.
“Kami optimistis program ini akan memberikan dampak positif bagi warga. Dengan pemanfaatan lahan yang optimal, koperasi desa bisa berkembang dan menjadi penggerak ekonomi lokal,” ungkapnya.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Perhutani dan pemerintah desa dalam pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan, sekaligus mendukung program nasional dalam pembangunan ekonomi berbasis desa.(Eko)