Tandem Roller di Tepi Jalan Raya Grujugan Kidul Picu Kecelakaan, Pemilik Minta Maaf
Mumbai
Foto: Ilustrasi Posisi Tandem Roller yang saat ini sudah dipindahkan ke tempat yang lebih aman
Ahmedabad
Bondowoso/JaringanKita. Keberadaan alat berat berupa tandem roller di tepi Jalan Raya Grujugan Kidul, Desa Grujugan Kidul, memicu insiden kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan satu unit kendaraan pick up mengalami kerusakan ringan.
Peristiwa tersebut terjadi di jalur yang saat ini menjadi alternatif utama bagi pengguna jalan, terutama setelah ambruknya Jembatan Sentong. Kondisi ini membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut meningkat signifikan.
Jalan yang relatif sempit dengan volume kendaraan yang tinggi diduga menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan. Setiap hari, jalur ini dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dari berbagai arah.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, kecelakaan terjadi ketika pengemudi pick up tidak memiliki cukup ruang untuk menghindari tundem roller yang terparkir di tepi jalan.
Akibatnya, kendaraan tersebut menabrak bagian alat berat dan mengalami kerusakan ringan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Insiden ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat yang kerap melintasi Jalan Raya Grujugan Kidul, mengingat kondisi jalan yang padat dan terbatas.
Menanggapi kejadian itu, pemilik tandem roller, H. Mahfid, langsung bergerak cepat dengan memindahkan alat tersebut ke lokasi yang lebih aman.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus upaya mencegah kejadian serupa terulang kembali di kemudian hari.
H. Mahfid mengakui bahwa alat berat tersebut belum dipindahkan karena masih digunakan untuk pekerjaan yang belum selesai di sekitar lokasi.
" Kami mohon maaf kepada seluruh pengguna jalan dan masyarakat setempat. Ini menjadi pelajaran bagi kami agar lebih memperhatikan aspek keselamatan," ujar H. Mahfid, Rabu (06/04/2026).
Ia menambahkan, pihaknya tidak bermaksud mengabaikan keselamatan pengguna jalan. Hal ini juga tidak ada unsur kesengajaan.
" Ke depan kami akan lebih sigap dalam menempatkan alat, apalagi di jalur yang saat ini padat karena menjadi akses alternatif," katanya.
Seorang warga setempat juga berharap kejadian serupa tidak terulang. Karena saat ini jalan tersebut sangat padat dilalui pengendara.
" Jalan ini sekarang ramai sekali sejak jembatan ambruk. Kalau ada alat berat di pinggir jalan, jelas sangat berbahaya, apalagi kalau malam hari," ungkapnya.(Eko)