ZoyaPatel

Perkuat Industri Halal, LPPM Universitas Bondowoso dan Halal Center IYAKI Jember Bangun Kolaborasi Strategis

Mumbai
Ketua LPPM Universitas Bondowoso, Mohammad Haris Taufiqur Rahman saat foto bersama usai penandatanganan MoU dengan Halal Center Institut KH Yazid Karimullah Jember (Foto: LPPM Universitas Bondowoso)

Jember, (JaringanKita.id) – Upaya penguatan ekosistem halal terus digencarkan melalui kolaborasi antar lembaga pendidikan. Kali ini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bondowoso resmi menjalin kemitraan dengan Halal Center Institut KH Yazid Karimullah Jember.

Penandatanganan kerja sama tersebut digelar di Meeting Room Pondok Pesantren Nurul Qornain, Jember, Rabu (6/5/2026), sebagai langkah awal sinergi dalam pendampingan dan pengembangan produk halal berbasis masyarakat.

Rektor Universitas Bondowoso, Samsul Arifin, menilai kerja sama ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan zaman, khususnya di sektor industri halal.

Ia menegaskan bahwa konsep halal kini telah melampaui aspek religius semata, dan berkembang menjadi standar kualitas global yang mencerminkan higienitas, keamanan, serta kepercayaan konsumen.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam mendorong kemajuan tersebut melalui implementasi tridarma, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Samsul berharap kemitraan ini dapat diwujudkan dalam berbagai program nyata, seperti pendampingan sertifikasi halal, pelatihan penyelia halal, hingga penguatan literasi halal di tingkat masyarakat.

Ketua LPPM Universitas Bondowoso, Mohammad Haris Taufiqur Rahman, menjelaskan bahwa kerja sama ini difokuskan pada pemberdayaan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).

Ia menyebutkan bahwa kolaborasi ini bertujuan memberikan kemudahan akses bagi UMK dalam memperoleh sertifikasi halal tanpa biaya, sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar.

Selain itu, legalitas usaha melalui kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) juga menjadi bagian penting dalam program pendampingan tersebut.

Haris menambahkan bahwa program ini menyasar pelaku usaha dengan kategori risiko rendah, bahan baku sederhana, serta proses produksi yang mudah ditelusuri.

Pendampingan yang diberikan mencakup seluruh tahapan penting, mulai dari identifikasi bahan baku, proses produksi, hingga pemenuhan dokumen administrasi untuk pengajuan sertifikasi halal.

Sementara itu, Ketua Halal Center Institut KH Yazid Karimullah, Fawaid, mengapresiasi terjalinnya kerja sama ini dan berharap sinergi tersebut mampu berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ekonomi masyarakat.
Ahmedabad