Hujan Deras Picu Longsor di Wringin Bondowoso, Jembatan Antar Dusun Terputus
Bondowoso, (jaringankita.id) — Hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung cukup lama mengakibatkan terjadinya bencana tanah longsor di Dusun Batu Putih Barat RT 17 RW 05, Desa Ampelan, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto PP, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada Selasa (13/1/2026) pukul 15.25 WIB melalui laporan WhatsApp dari Kepala Desa Ampelan. Menindaklanjuti laporan itu, BPBD langsung melakukan asesmen di lokasi kejadian.
“Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, longsor dipicu oleh curah hujan yang tinggi dan terjadi cukup lama. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Kristianto, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, dampak utama dari longsor tersebut adalah terputusnya jembatan penghubung antar dusun akibat tanah penahan jembatan mengalami longsor. Longsoran tanah tersebut memiliki ukuran kurang lebih panjang 4 meter, tinggi 3 meter, dan lebar 4 meter, sehingga jembatan tidak dapat dilalui oleh warga.
Kristianto menambahkan, putusnya jembatan tersebut berdampak pada aktivitas warga yang sehari-hari menggunakan jalur tersebut sebagai akses utama antar dusun. Namun demikian, warga bersama pemerintah desa setempat telah berinisiatif membuat jalur alternatif sementara.
“Untuk sementara, warga membuat jalan alternatif agar mobilitas tetap berjalan, terutama untuk kebutuhan mendesak,” katanya.
Dalam penanganan kejadian ini, BPBD Bondowoso berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Wringin dan Pemerintah Desa Ampelan. Petugas Pusdalops BPBD juga telah melakukan pemasangan safety line di sekitar area longsor guna mencegah risiko kecelakaan bagi warga yang melintas.
“Langkah awal yang kami lakukan adalah pengamanan lokasi dengan pemasangan safety line serta pelaporan kepada pimpinan untuk rencana tindak lanjut penanganan,” jelas Kristianto.
Ia menyebutkan, hingga laporan ini disampaikan tidak terdapat kendala berarti di lapangan. Seluruh personel yang terlibat, mulai dari Supervisor Pusdalops, Koordinator Lapangan TRC, hingga petugas sekretariat dan Pusdalops, telah menjalankan tugas sesuai prosedur.
Kristianto juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, agar tetap waspada mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih bisa terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras. Segera laporkan ke BPBD apabila terjadi tanda-tanda longsor atau bencana lainnya,” tegasnya.
BPBD Kabupaten Bondowoso memastikan akan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keselamatan warga dan kelancaran akses di wilayah terdampak.