ZoyaPatel

Remas dan Warga Bergerak Perbaiki Jalan Alternatif Usai Jembatan Sentong Bondowoso Ambrol

Mumbai

Sejumlah warga bergotong royong mengangkut matreal menembel lubang jalan alternatif




BONDOWOSO,(Jaringankita.id)- Jembatan Sentong Nangkaan yang ambles menyisakan persoalan baru bagi warga di Bondowoso. Penutupan total jalur utama tersebut memaksa masyarakat mencari rute alternatif untuk beraktivitas sehari-hari.

Namun kondisi jalan pengganti justru memprihatinkan. Sejumlah titik berlubang dan rusak parah sehingga membahayakan pengendara, terutama saat hujan membuat permukaan jalan licin.

Beberapa warga menyebutkan sudah ada pengendara yang hampir terjatuh akibat kerusakan jalan. Bahkan, sebuah mobil dilaporkan sempat keluar jalur hingga masuk area persawahan karena kondisi jalan tidak stabil.

Situasi itu memantik kepedulian masyarakat setempat. Pemuda yang tergabung dalam Remas Al Fatah bersama tokoh masyarakat dan warga Desa Kembang melakukan aksi gotong royong menambal lubang jalan secara swadaya.

Perbaikan dilakukan di ruas Jalan Duko, Desa Kembang, pada Kamis siang. Dengan alat sederhana, para relawan menutup lubang yang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan bagi pengguna jalur alternatif.

Ketua Remas Al Fatah, Heru Affandi menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian pemuda terhadap keselamatan masyarakat.

Ia menjelaskan, jalan itu kini menjadi jalur vital sejak akses utama ditutup. Karena itu, warga merasa perlu bergerak cepat meski tanpa menunggu bantuan resmi.

“Jalan ini sudah lama rusak dan berlubang, bahkan sudah ada korban, apalagi saat malam hari karena minim penerangan. Jadi kami berinisiatif memperbaiki dengan alat seadanya sambil menunggu bantuan pemerintah,” ujarnya dikutip dari tim liputan.

Menurutnya, langkah sederhana tersebut diharapkan bisa mengurangi risiko kecelakaan sekaligus membantu kelancaran arus kendaraan yang melintas.

“Setidaknya upaya kecil ini bisa memperlancar laju pengendara jika jalannya sudah ditambal,” tambahnya.

Warga mengaku kondisi jalur alternatif saat ini jauh lebih padat dibanding biasanya. Lonjakan volume kendaraan terjadi karena seluruh arus lalu lintas dialihkan sejak jembatan utama ditutup.

Selain padat, kerusakan jalan di sejumlah titik juga memperlambat perjalanan. Pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak terperosok lubang atau tergelincir.

Sebelumnya, pemerintah provinsi disebut akan membantu pemerintah daerah dalam perbaikan sejumlah jalur alternatif yang terdampak penutupan jembatan.

Langkah perbaikan permanen diharapkan segera terealisasi agar mobilitas masyarakat kembali lancar dan risiko kecelakaan bisa diminimalkan.

Aksi gotong royong warga Desa Kembang ini pun menjadi contoh solidaritas masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat infrastruktur.




Tags : Bondowoso Jembatan Sentong Jalan Rusak, BeritaBondowoso, Infrastruktur, AksiWarga Jawa Timur  Berita Hari Ini


Ahmedabad