ZoyaPatel

Pengolahan Limbah Tertata, SPPG Kademangan 1 Tidak Masuk Daftar Suspensi

Mumbai
Foto: Gedung SPPG Kademangan 1 Bondowoso

BONDOWOSO/JaringanKita. Dapur SPPG Kademangan 1 Bondowoso dipastikan tidak terkena suspensi dalam kegiatan pemantauan dan pengawasan yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Hal tersebut tidak lepas dari berbagai upaya perbaikan serta pemenuhan standar sanitasi yang telah dilakukan oleh pengelola dapur, terutama pada sistem pengolahan limbah dan kelengkapan dokumen kesehatan lingkungan.

Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Kademangan 1, Firmansyah, mengatakan bahwa selama masa libur awal Ramadan ketika kegiatan operasional dapur dihentikan sementara, pihak mitra memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan sejumlah perbaikan fasilitas.

" Selama libur awal puasa kemarin, kami bersama mitra memanfaatkan waktu untuk melakukan beberapa perbaikan di dapur, salah satunya pada instalasi pengolahan air limbah atau IPAL. Karena dapur ini berada di tengah masyarakat, maka pengelolaan limbah menjadi hal yang sangat kami perhatikan," Kata Firmansyah, Senin (16/03/2026). 

Menurutnya, perbaikan IPAL dilakukan agar limbah yang keluar dari dapur tidak lagi menimbulkan bau maupun warna yang dapat mengganggu lingkungan sekitar.

" Kami berupaya agar limbah yang keluar dari dapur sudah melalui proses pengolahan yang baik, sehingga tidak lagi berbau, tidak berwarna, dan tidak mencemari lingkungan di sekitar dapur," tambahnya.

Selain pembenahan IPAL, pihak pengelola juga telah melengkapi dokumen sanitasi berupa Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Pengajuan dilakukan setelah operasional dapur berjalan dan tim kesehatan lingkungan mengeluarkan keterangan kelaikan air.

" Setelah operasional berjalan dan tim Kesehatan Lingkungan mengeluarkan keterangan kelaikan air, kami langsung mengajukan permohonan SLHS. Alhamdulillah sertifikat tersebut terbit pada Januari," Ungkap Firmansyah.

Dengan terbitnya SLHS tersebut, dapur SPPG Kademangan 1 dinilai telah memenuhi standar higiene dan sanitasi yang ditetapkan. Hal ini juga menjadi salah satu faktor dapur tersebut lolos dari suspensi saat dilakukan inspeksi oleh tim pemantauan dan pengawasan dari BGN.

" Ketika ada sidak dari tim pemantauan dan pengawasan BGN, dapur Kademangan 1 dinilai sudah memenuhi standar sehingga tidak terkena suspensi," jelasnya.

Firmansyah menambahkan, pengelolaan IPAL di dapur dilakukan secara rutin setiap hari. Sistem penyaringan limbah selalu diperiksa dan dibersihkan agar tetap berfungsi dengan baik.

" Setiap hari IPAL kami cek dan dibersihkan. Selain itu, kami juga melakukan penyedotan secara rutin setiap bulan agar proses penyaringan limbah tetap berjalan optimal," ujarnya.

Dalam proses pengolahan limbah, dirinya menyebut air sisa pencucian dari dapur terlebih dahulu disaring melalui grease trap sebelum masuk ke tahap penyaringan berikutnya.

" Air limbah dari proses pencucian masuk ke grease trap terlebih dahulu sehingga residu besar bisa dibersihkan setiap hari. Setelah itu, limbah masuk ke tiga tahap penyaringan minyak hingga air yang keluar sudah tidak berbau, tidak mengandung minyak, dan tidak membawa residu pengolahan," pungkasnya. (Eko) 
Ahmedabad