Variasi Menu MBG di SPPG Bondowoso Badean 2: Singkong Hingga Makaroni Schotel Buatan Sendiri Hadirkan Gizi Seimbang
Mumbai
Ahmedabad
Bondowoso, (JaringanKita.Id) – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan inovasi di lapangan. Salah satunya terlihat di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bondowoso Badean 2.
Mereka tidak hanya menyajikan menu itu-itu saja, tetapi menghadirkan beragam sumber karbohidrat lokal beserta olahan "realfood" buatan sendiri untuk memastikan kecukupan gizi para penerima manfaat.
Kepala SPPG Bondowoso Badean 2, Yulia Linda Lestari, mengungkapkan bahwa pihaknya secara konsisten menghadirkan variasi dalam menu karbohidrat. Hal ini dilakukan agar siswa atau penerima manfaat tidak bosan dan tetap mendapatkan asupan energi yang optimal.
"Untuk karbohidrat, kami tidak hanya menggunakan roti saja, tapi ada singkong, kentang, ubi, makaroni, dan jagung. Terutama untuk makaroni schotel dan potato wedges ini, kami buat hasil dari produksi dapur kami," ujar Yulia saat ditemui di dapur SPPG, Senin (16/3/2026).
Yulia menekankan bahwa pengolahan sendiri (homemade) seperti makaroni schotel dan potato wedges adalah upaya dapur untuk keluar dari pakem menu kantin pada umumnya.
"Kami ingin menu lebih bervariasi serta kandungan gizinya lebih tercukupi melalui realfood ini. Kami tidak hanya menyajikan makanan jadi yang dibeli dari luar, tapi kami olah sendiri agar kualitas bahan dan higienitasnya terjamin," tambahnya.
Inovasi ini pun mendapat sambutan hangat dari para siswa. Yulia menuturkan bahwa antusiasme terlihat jelas saat menu berbahan dasar ubi atau kentang disajikan.
"Respon penerima manfaat baik, sekali. Mereka senang karena kadang di rumah jarang makan singkong atau ubi dengan tampilan yang menarik. Apalagi kalau kami sajikan potato wedges, lahap sekali makannya. Kami juga pastikan porsinya pas dan gizinya tetap lengkap dengan adanya lauk dan sayur," terang Yulia.
Ia mencontohkan, untuk menu berbasis jagung, pihaknya pernah membuat jagung susu keju yang creamy, sementara singkong diolah menjadi singkong goreng tabur keju yang ramah anak.
"Kami ingin membuktikan bahwa makanan bergizi itu tidak harus mahal atau selalu pakai nasi dan roti. Pangan lokal seperti singkong dan ubi jika diolah dengan kreatif, nilai gizinya tetap bisa diandalkan dan anak-anak pun suka," pungkasnya.
Dengan semangat inovasi dari dapur SPPG Bondowoso Badean 2 ini, diharapkan program MBG ke depannya semakin beragam dan mampu menanamkan kebiasaan makan makanan sehat berbasis pangan lokal sejak dini. (*)