ZoyaPatel

Viral Antrean BBM di Bondowoso, Pertamina: Itu Panic Buying, Stok Tercukupi

Mumbai
Foto: Antrean panjang kendaraan bermotor di SPBU Grujugan, Jumat (6/3/2026). (JMSI Bondowoso)


GRUJUGAN, (JaringanKita.Id) – Video dan foto antrean panjang kendaraan bermotor di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bondowoso viral di media sosial pada Jumat (6/3/2026) malam. Ribuan warganet membagikan momen mengularnya kendaraan di SPBU Grujugan dan SPBU Maesan yang menyebabkan kemacetan di ruas jalan raya.

Fenomena ini sontak menuai beragam komentar dan kekhawatiran dari masyarakat. Banyak yang mengaitkan antrean panjang tersebut dengan isu kelangkaan BBM menyusul memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya mengenai cadangan BBM yang tinggal 25 hari semakin memperkeruh situasi.

Pantauan di lokasi menunjukkan, SPBU Grujugan menjadi titik terpadat. Ratusan pengendara sepeda motor memadati area pengisian, sementara kendaraan roda empat juga terlihat ikut mengantre. Antrean tidak hanya terjadi di dalam area SPBU, tetapi juga mengular hingga ke badan jalan raya, mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitarnya.

Salah seorang pengendara, Salamah, mengaku mendapatkan informasi dari berbagai sumber mengenai keterbatasan stok BBM. Ia pun memutuskan untuk ikut mengantre demi mengamankan kebutuhannya.

"Infonya dari pemerintah cadangan BBM tinggal 25 hari. Daripada kehabisan, saya beli dari sekarang. Khawatir kehabisan," ujar Salamah di sela-sela antrean.

Hal serupa diungkapkan Ahmad, warga yang pekerjaannya menuntut mobilitas tinggi setiap hari. Ia merasa perlu mengisi BBM sedini mungkin agar tidak mengganggu aktivitasnya.

"Kalau sampai terjadi kelangkaan, ya terpaksa bekerja pakai sepeda listrik. Walaupun durasi tempuhnya bisa lebih lama dibanding motor bebek. Tapi saya berharap itu tidak terjadi," katanya.

Humaidi, pengendara lain yang terpantau di SPBU Maesan, mengaku sedang dalam perjalanan menuju Jember. Ia tidak ingin mengambil risiko kehabisan bensin di tengah jalan, apalagi perjalanan dilakukan pada malam hari.

"Kalau enggak isi di sini, khawatir kehabisan bensin di perjalanan. Apalagi malam ini saya menuju ke Jember. Antreannya memang panjang, mencapai sekitar 100 meter, tapi mau bagaimana lagi," keluhnya.

Pertamina Buka Suara: Itu Panic Buying, Stok Aman

Menanggapi video viral dan antrean yang terjadi, PT Pertamina Patra Niaga angkat bicara. Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relation dan CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, menegaskan bahwa antrean yang terjadi murni disebabkan oleh perilaku panic buying masyarakat, bukan karena kelangkaan stok.

"Kami menduga antrean pengendara ini disebabkan oleh panic buying. Perlu kami tegaskan, stok BBM di wilayah Jatimbalinus dalam kondisi aman dan tercukupi," tegas Ahad dalam siaran persnya, Jumat (6/3/2026).

Ahad menjelaskan bahwa di tengah dinamika geopolitik global, Pertamina terus memantau perkembangan dan memastikan pendistribusian energi berjalan lancar. Pihaknya juga telah melakukan berbagai langkah antisipatif jauh-jauh hari.

"Saat ini rata-rata ketahanan stok BBM, khususnya di wilayah Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, dipastikan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya di momen Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Ketersediaan ini terus diperkuat melalui pasokan rutin dan terjadwal sesuai perencanaan suplai dan distribusi yang telah ditetapkan," ujarnya.

Ia menambahkan, Pertamina bahkan telah menjalankan pola build up stock atau penumpukan stok sejak sebelum Bulan Ramadhan sebagai bentuk kesiapan menghadapi peningkatan kebutuhan energi masyarakat.

Distribusi Lancar, Koordinasi Diperkuat

Ahad memastikan bahwa pendistribusian BBM ke lembaga penyalur sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Pihaknya juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta berbagai pemangku kepentingan.

"Kami melakukan koordinasi intensif guna mengantisipasi dinamika maupun potensi gangguan dalam proses distribusi. Semua langkah mitigasi dilakukan untuk memastikan ketahanan pasokan tetap terjaga," tambahnya.

Sebagai langkah antisipatif, Pertamina juga mengimplementasikan metode RAE (Regular, Alternative, dan Emergency) dalam pengelolaan rantai pasok dan distribusi energi. Metode ini memungkinkan Pertamina untuk tetap mendistribusikan BBM meskipun menghadapi hambatan di jalur reguler.

Satgas Ramadhan dan Idul Fitri Siap Dikerahkan

Dalam rangka menyambut arus mudik dan perayaan Idul Fitri, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus akan memulai Kick Off Kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri pada 9 Maret mendatang.

Satgas ini dibentuk untuk memastikan kesiapan infrastruktur, suplai, serta layanan energi bagi masyarakat selama periode Ramadan hingga Idul Fitri. Dengan adanya satgas ini, Pertamina optimis dapat melayani kebutuhan BBM masyarakat dengan lebih optimal.

Imbauan untuk Masyarakat

Menutup pernyataannya, Ahad mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Masyarakat diminta untuk membeli BBM sesuai kebutuhan, tidak perlu melakukan pembelian berlebihan.

"Kami imbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu panik dalam membeli BBM. Belilah sesuai kebutuhan. Apabila menemukan pelanggaran atau ketidaknyamanan di lembaga penyalur, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Contact Center 135," pungkasnya. (*)
Ahmedabad