Disiplin APD di SPPG Kademangan 1 Jadi Prioritas dalam Program MBG
Mumbai
Foto: Relawan SPPG Kademangan 1 saat pendistribusian ke salah satu sekolah di Bondowoso dengan pakaian APD lengkap
Ahmedabad
Bondowoso/JaringanKita. Penerapan alat pelindung diri (APD) di SPPG Kademangan 1 terus diperketat demi menjaga kualitas dan higienitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh relawan diwajibkan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) selama bekerja di area dapur produksi.
Asisten lapangan (Aslap) SPPG Kademangan 1, Firmansyah, mengatakan penggunaan APD telah diterapkan sejak awal operasional dapur berjalan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan makanan yang diproduksi tetap aman dan bersih sebelum didistribusikan.
" Dari awal memang sudah kita terapkan karena itu SOP. Relawan wajib memakai hairnet atau penutup rambut, masker, sarung tangan, apron, dan sandal khusus," kata Firmansyah.
Ia menjelaskan, seluruh perlengkapan kerja dibagikan secara lengkap dan tertata rapi kepada para relawan. Penggunaan APD tidak hanya diterapkan saat proses produksi makanan, tetapi juga saat pendistribusian ke sekolah-sekolah dan 3B (Bumil,Busui dan Balita) penerima program MBG.
Firmansyah menyebut pengawasan disiplin APD dilakukan setiap hari oleh masing-masing divisi. Sebelum bekerja, seluruh relawan diwajibkan melakukan pengecekan kelengkapan perlindungan diri.
" Dari laporan koordinator divisi, setiap awal kerja kita lakukan foto untuk memastikan kelengkapan APD. Setelah itu juga dipantau lewat CCTV yang langsung terhubung ke BGN pusat," ujarnya.
Menurut dia, beberapa perlengkapan kerja disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Relawan yang bertugas di area sterilisasi dan pencucian ompreng diwajibkan menggunakan sarung tangan khusus dengan perlindungan lebih tebal.
" Sarung tangan untuk bagian tertentu lebih panjang, apron juga memakai bahan plastik. Untuk relawan di area sterilisasi oven setelah cuci ompreng, kita siapkan sarung tangan yang lebih tebal," ungkapnya.
Selain itu, relawan juga dibekali sepatu boot khusus untuk menjaga kebersihan sekaligus keselamatan kerja selama berada di lingkungan dapur produksi.
Firmansyah menegaskan penggunaan APD merupakan aturan wajib yang tidak bisa diabaikan. Hingga saat ini, pihaknya mengaku belum pernah menerima teguran dari Badan Gizi Nasional (BGN) karena seluruh prosedur telah dijalankan sesuai ketentuan.
" Pemakaian APD ini wajib hukumnya. Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada teguran dari BGN karena kita sudah menjalankan kewajiban sesuai SOP," katanya.
Ia mengakui pada awal penerapan aturan sempat ada keluhan dari sejumlah relawan, terutama terkait penggunaan masker dan sarung tangan yang dianggap panas serta membuat pengap saat bekerja dalam waktu lama.
" Awal-awal memang masih penyesuaian. Ada relawan yang mengeluh panas saat pakai sarung tangan dan pengap karena masker. Tapi sekarang semua sudah terbiasa," tutur Firmansyah.
Menurutnya, disiplin menjaga kebersihan menjadi prioritas utama di lingkungan SPPG Kademangan 1. Karena itu, seluruh relawan juga dilarang menggunakan telepon genggam saat bekerja dan diwajibkan mencuci tangan sebelum mengenakan APD. (Eko)