PNM Siapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK Se-Indonesia Lewat PNM Mengajar
[Jakarta, 22 Mei 2026] – Siswa/i SMK memiliki posisi yang unik dalam dunia pendidikan. Mereka dipersiapkan untuk lebih cepat mengenal dunia kerja, beradaptasi dengan industri, hingga memiliki keterampilan yang aplikatif. Namun di lapangan, tantangan yang mereka hadapi juga tidak sedikit.
Banyak siswa
SMK harus berhadapan dengan cepatnya perubahan kebutuhan industri, perkembangan
teknologi, hingga tuntutan untuk memiliki kemampuan di luar keterampilan
teknis. Dunia kerja hari ini tidak hanya mencari lulusan yang bisa bekerja,
tetapi juga yang mampu berkomunikasi, beradaptasi, berpikir kreatif, dan
memiliki semangat belajar yang tinggi.
Di sisi lain,
tidak semua siswa memiliki kesempatan untuk mengenal dunia profesional secara
langsung. Bagi sebagian siswa, terutama di daerah, akses terhadap wawasan
industri, motivasi karier, maupun pengalaman praktis masih cukup terbatas.
Akibatnya, ada jarak antara apa yang dipelajari di sekolah dengan gambaran
nyata dunia kerja.
Karena itu, kolaborasi antara dunia pendidikan dan perusahaan menjadi semakin penting. Kehadiran program PNM Mengajar menjadi salah satu bentuk intervensi yang relevan untuk membantu menjembatani kebutuhan tersebut. Melalui Pekan Nasional Mengajar bertajuk “Berkelana: Belajar Kewirausahaan, Literasi Kesehatan & Dampak Keberlanjutan”, PNM menghadirkan perwakilan terbaiknya untuk berbagi pengalaman, wawasan, dan perspektif kepa
da para siswa yang juga sebagai rangkaian kegiatan HUT PNM ke-27.
Sebanyak
2.700 siswa/i SMK di seluruh Indonesia telah mendapatkan pencerahan dan
pemahaman yang lebih dekat tentang bagaimana dunia entrepreneurship berkembang saat ini. Mulai dari pentingnya pola
pikir kewirausahaan di era digital, literasi kesehatan mental, hingga kesadaran
terhadap isu keberlanjutan.
Salah satu
pengurus sekolah SMK 1 Pancasila Ambulu Jember, Saekoni mengatakan apresiasi
terhadap concern PNM dalam
memperhatikan masa depan anak-anak didiknya.
“Program seperti PNM Mengajar sangat penting bagi siswa kami karena
tidak hanya memberikan wawasan tentang dunia kerja dan kewirausahaan, tetapi
juga membangun rasa percaya diri, pola pikir kreatif, serta semangat untuk
terus belajar menghadapi tantangan masa depan. Kami berharap kegiatan seperti
ini dapat terus berlanjut agar siswa memiliki gambaran yang lebih nyata tentang
peluang dan potensi yang bisa mereka kembangkan” ujar Saekoni

