ZoyaPatel

SPPG Kademangan 1 Perkuat Kebersihan dan Proses Sertifikasi Halal

Mumbai
Foto: Ahli Gizi SPPG Kademangan 1 (Baju Pink) saat memberikan penyuluhan halal dan evaluasi kepada para relawan

Bondowoso/JaringanKita. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kademangan 1 terus memperkuat standar kebersihan dan kehalalan makanan dalam pelayanan program makan bergizi. Upaya itu dilakukan melalui penyuluhan halal sekaligus rapat evaluasi rutin yang melibatkan seluruh divisi kerja di dapur pelayanan.

Ahli Gizi SPPG Kademangan 1, Ella Dwi Yulianti, mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah memproses sertifikasi halal untuk memastikan seluruh proses produksi makanan berjalan sesuai ketentuan.

" Untuk memproses sertifikat halal, kami juga sudah memiliki penyelia halal,".ujarnya saat memberikan penyuluhan kepada relawan dan tim dapur, Sabtu (23/05/2026). 

Menurut Ella, pemahaman mengenai halal dan haram menjadi bagian penting yang harus dipahami seluruh petugas dapur. Tidak hanya terkait bahan makanan, tetapi juga menyangkut kebersihan lingkungan kerja dan higienitas pekerja.

Ia menjelaskan, seluruh bahan pangan yang digunakan harus dipastikan berasal dari tempat yang bersih, jauh dari najis, serta diproses oleh tenaga yang menjaga kebersihan diri selama bekerja.

Selain itu, perhatian juga diberikan terhadap bahan makanan seperti daging yang digunakan dalam menu harian. SPPG, kata dia, harus memastikan proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat dan berasal dari tempat yang higienis serta memiliki sertifikat halal.

" Karena kita juga harus tahu cara penyembelihan dan tempatnya higienis serta tentu memiliki sertifikat halal," katanya.

Dalam rapat evaluasi tersebut, setiap divisi juga diminta menyampaikan laporan kinerja selama satu periode terakhir. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kendala yang muncul di lapangan sekaligus mencari solusi bersama.

Ella menyebut, salah satu kendala yang sempat terjadi adalah perubahan data penerima manfaat yang berdampak pada proses distribusi makanan. Meski demikian, kondisi tersebut masih dapat ditangani oleh tim pelaksana.

Ia juga menyoroti masih adanya keterlambatan jam kerja dari sebagian petugas. Menurutnya, hal kecil tidak boleh dianggap sepele karena dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih besar apabila tidak segera diperbaiki.

" Termasuk ketelitian dalam bekerja juga harus diperhatikan," ujarnya.

Selain disiplin kerja, aspek kebersihan menjadi perhatian utama dalam evaluasi. Setiap divisi memiliki tanggung jawab menjaga kebersihan area masing-masing, meskipun masih ditemukan beberapa bagian yang dinilai kurang maksimal.

Ella menegaskan bahwa kebersihan memiliki kaitan erat dengan standar kehalalan makanan yang diproduksi. Karena itu, seluruh petugas diminta lebih serius menjaga sanitasi dapur dan perlengkapan kerja.

Meski demikian, ia memastikan kualitas makanan yang diproduksi selama ini dalam kondisi aman dan baik. 

" Variasi menu yang disajikan kepada penerima manfaat juga terus diperhatikan agar tetap memenuhi kebutuhan gizi sekaligus tidak menimbulkan kejenuhan, " Pungkasnya. (Eko) 
Ahmedabad