Dimsum Mentai Jadi Menu MBG di Bondowoso, Siswa Antusias Menyantap Makanan Kekinian
Mumbai
Foto: Seorang relawan SPPG Bondowoso Badean 2 menyiapkan dimsum mentai dalam menu MBG. (Dokumen SPPG Bondowoso Badean 2)
Ahmedabad
Bondowoso, (JaringanKita.Id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bondowoso kembali menghadirkan inovasi menu untuk menarik minat siswa. Kali ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bondowoso Badean 2 menyajikan dimsum mentai yang dimodifikasi agar sesuai dengan selera dan kebutuhan gizi anak sekolah.
Kepala SPPG Bondowoso Badean 2, Yulia Linda Lestari, mengatakan pemilihan dimsum mentai didasarkan pada tingginya popularitas makanan tersebut di kalangan anak muda.
"Menu ini kami buat supaya anak-anak tetap tertarik dengan sajian MBG. Dimsum mentai yang kami sajikan sudah dimodifikasi agar tidak pedas, sehingga hanya menggunakan saus tomat dan mayones tanpa tambahan saus pedas," ujarnya.
Selain mengikuti tren makanan yang digemari siswa, menu tersebut juga tetap memperhatikan kandungan gizi yang dibutuhkan penerima manfaat.
Dalam satu porsi MBG yang dibagikan hari itu, terkandung karbohidrat sebanyak 77 gram, protein 28,7 gram, lemak 25,5 gram, serta energi sebesar 715 kilokalori.
Yulia menjelaskan, ayam sebagai sumber protein tidak hanya disajikan dalam bentuk utuh, melainkan diolah menjadi dimsum sehingga lebih menarik bagi anak-anak.
"Hari ini anak-anak sangat senang dengan menu ini karena dimsum mentai memang sedang populer di kalangan mereka. Selain itu, ayam tidak hanya diolah utuh saja tetapi juga dibentuk menjadi dimsum," katanya.
Pada pelaksanaan hari itu, jumlah penerima manfaat tercatat sebanyak 1.924 siswa. Jumlah tersebut lebih sedikit dibanding hari biasa karena siswa kelas VI SD, kelas IX SMP, dan kelas XII SMA sederajat telah memasuki masa libur sekolah.
Ke depan, SPPG Bondowoso Badean 2 berkomitmen terus menghadirkan variasi menu yang inovatif tanpa mengabaikan standar gizi yang telah ditetapkan.
"Kami akan terus mencari dan memodifikasi menu-menu kekinian yang lebih dikenal oleh siswa supaya mereka tidak bosan dengan menu MBG," pungkas Yulia. (dw)