ZoyaPatel

Ketuk Pintu Langit Tanpa Modal Dana Dapur, Aksi Heroik Relawan SPPG Sukosari Lor Sukses Bikin Takjub!

Mumbai
Kegiatan tasyakuran dan do'a bersama relawan dan staf sppg sukosari lor. Sabtu (13/6/2026) 

BONDOWOSO, ( JaringanKita. Id )– Di tengah padatnya aktivitas menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi setiap hari, puluhan relawan dan staf Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukosari Lor menunjukkan teladan integritas yang patut diapresiasi. Sebanyak 50 relawan dan pekerja dapur menggelar doa bersama dan syukuran secara lesehan di Kantor SPPG Sukosari Lor, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (13/6/2026).

Yang membuat kegiatan ini menjadi perhatian adalah seluruh biaya pelaksanaan acara, mulai dari konsumsi hingga kebutuhan teknis lainnya, berasal dari hasil urunan atau patungan sukarela para anggota. Tidak ada satu rupiah pun dana operasional dapur maupun anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digunakan untuk kegiatan tersebut.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sejak awal acara. Para relawan yang sehari-hari berjibaku menyiapkan ribuan porsi makanan bergizi untuk para penerima manfaat tampak khusyuk mengikuti rangkaian doa dan tausiyah.

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk ikhtiar batin untuk memohon keselamatan, kesehatan, serta kelancaran dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ustad Fathur hadir memimpin doa bersama sekaligus memberikan tausiyah yang membangkitkan semangat para relawan. Ia mengingatkan bahwa pekerjaan yang dilakukan para kru dapur bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan bentuk pengabdian yang memiliki nilai sosial dan spiritual yang besar.

"Pekerjaan Bapak dan Ibu sekalian di dapur ini bukan sekadar memasak. Setiap makanan sehat yang disiapkan dengan penuh tanggung jawab untuk anak-anak dan masyarakat adalah amal kebaikan yang luar biasa. Ketika amanah ini dijaga dengan kejujuran, termasuk tidak menggunakan dana yang bukan peruntukannya, maka insya Allah keberkahan, keselamatan, dan kemudahan akan selalu menyertai langkah kita," ujar Ustad Fathur.

Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Sukosari Lor, Fauziyah Agustin, menegaskan bahwa semangat kemandirian dan transparansi menjadi komitmen bersama seluruh tim. Menurutnya, kegiatan doa bersama ini lahir dari kesadaran kolektif para relawan untuk memperkuat mental dan spiritual tanpa membebani anggaran program.

"Semua kegiatan ini murni hasil urunan atau patungan teman-teman. Kami bersepakat untuk tidak menggunakan dana dapur MBG sepeser pun karena dana tersebut harus tetap fokus pada pelayanan gizi. Kegiatan ini kami niatkan sebagai ikhtiar mengetuk pintu langit, memohon perlindungan, keselamatan, dan keberkahan agar seluruh proses pelayanan kepada masyarakat berjalan lancar," kata Fauziyah.


Momentum spiritual tersebut juga bertepatan dengan agenda internal organisasi. Di lokasi kegiatan terlihat spanduk bertuliskan 'Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Sukosari Lor Tahun 2026', yang menandakan bahwa penguatan kapasitas kerja dan pembangunan karakter para relawan berjalan beriringan.

Menurutnya, semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan syukuran sederhana tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan utama program tidak hanya terletak pada sarana dan prasarana, tetapi juga pada kekompakan, keikhlasan, serta integritas para relawan yang berada di garis depan pelayanan.

Acara kemudian ditutup dengan makan bersama menggunakan hidangan yang disiapkan dari dana swadaya anggota. Meski sederhana, suasana penuh keakraban dan rasa syukur tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan.

Lebih dari sekadar syukuran, kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa semangat pengabdian, transparansi, dan gotong royong masih hidup di tengah para relawan SPPG Sukosari Lor.

Dengan mengetuk pintu langit melalui doa dan menjaga amanah tanpa menyentuh dana program, mereka menunjukkan bahwa pelayanan terbaik lahir dari hati yang tulus dan niat yang bersih.(*) 

Ahmedabad