ZoyaPatel

Konsumsi Hingga 260 Kilogram per Pekan, SPPG Bondowoso Badean 2 Inovasikan Olahan Telur

Mumbai
Foto: Menu olahan telur untuk MBG kreasi SPPG Bondowoso Badean 2. (Dokumen SPPG Bondowoso Badean 2)


Bondowoso, (JaringanKita.Id) – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bondowoso Badean 2 terus berinovasi dalam menyajikan menu telur pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah tersebut dilakukan agar menu sumber protein hewani itu tetap menarik dan disukai para penerima manfaat, khususnya siswa.

Kepala SPPG Bondowoso Badean 2, Yulia Linda Lestari, mengatakan penggunaan satu butir telur untuk setiap porsi telah diterapkan sejak awal pelaksanaan program di satuannya.

Menurutnya, kebutuhan telur menyesuaikan jumlah penerima manfaat. Jika jumlah penerima manfaat stabil di angka sekitar 2.000 orang, maka setiap kali penyajian dibutuhkan sekitar 120–130 kilogram telur.

“Kalau menu telur disajikan dua kali dalam seminggu, kebutuhan totalnya mencapai sekitar 240–260 kilogram telur,” ujarnya.

Untuk menjaga ketersediaan bahan baku, SPPG Bondowoso Badean 2 menjalin kemitraan dengan satu peternak dan satu pedagang telur lokal.

Yulia menjelaskan telur dipilih karena memiliki kandungan gizi yang baik sebagai sumber protein hewani. Dalam satu butir telur ayam ras segar terkandung energi sekitar 154 kalori, protein 12,4 gram, lemak 10,8 gram, dan karbohidrat 0,7 gram.

Meski demikian, pihaknya menyadari bahwa penyajian telur yang monoton dapat menurunkan minat makan siswa. Karena itu, tim SPPG bersama ahli gizi terus mengembangkan berbagai inovasi menu.

Beragam olahan yang telah disajikan antara lain telur ceplok, telur steam, telur rebus utuh, telur pindang, telur bulat krispi, hingga telur dengan aneka bumbu seperti bumbu merah, bumbu kecap, bumbu kuning, bumbu rendang, saus asam manis, saus lada hitam, dan saus barbeque. SPPG juga pernah menyajikan fuyunghay sebagai protein hewani tambahan atau menu pendamping.

Berdasarkan evaluasi selama pelaksanaan program, olahan telur berbumbu mendapat respons positif dari para siswa.

“Kalau telur diolah dengan bumbu atau saus mereka suka dan habis. Tetapi kalau hanya telur ceplok biasa siswa kurang suka. Oleh karena itu ahli gizi harus memikirkan inovasi menu supaya menu telur disukai anak-anak,” kata Yulia.

Ke depan, SPPG Bondowoso Badean 2 berkomitmen menghadirkan lebih banyak variasi olahan telur utuh dengan cita rasa yang beragam. Inovasi tersebut diharapkan mampu menjaga selera makan siswa sekaligus memastikan asupan protein dan gizi tetap terpenuhi secara optimal melalui Program Makan Bergizi Gratis. (dw)
Ahmedabad