ZoyaPatel

Polsek Curahdami dan KRPH Perketat Pengawasan Gunung Piramid, Pendakian Ilegal Jadi Sorotan

Mumbai

 


Bondowoso, (JaringanKita.Id) – Keselamatan pendaki dan kelestarian kawasan hutan menjadi perhatian serius jajaran Polsek Curahdami menjelang musim kemarau. Bersama pengelola kawasan hutan, kepolisian memperkuat langkah pengawasan untuk mencegah aktivitas pendakian ilegal serta mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat pada periode cuaca kering.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan patroli dialogis dan koordinasi antara Polsek Curahdami dengan Kesatuan Pemangku Hutan (KRPH) Curahdami pada Rabu (17/6/2026).

Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H., bersama anggota melakukan pertemuan dengan Pengelola Teknis Resor Hutan (Polter) KRPH Curahdami, Lukman Hadi, guna menyusun langkah-langkah preventif menghadapi berbagai kerawanan di kawasan hutan, termasuk aktivitas pendakian melalui jalur yang tidak resmi.

Dalam koordinasi tersebut, kedua pihak menilai masih diperlukan upaya edukasi dan pengawasan yang lebih intensif terhadap masyarakat maupun wisatawan yang hendak menuju kawasan Gunung Piramid. Jalur pendakian tidak resmi dinilai memiliki tingkat risiko tinggi terhadap keselamatan pendaki serta berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan.

Sebagai langkah pencegahan, Polsek Curahdami dan KRPH Curahdami berencana memasang papan informasi dan larangan pada sejumlah titik strategis. Selain memberikan peringatan kepada masyarakat, langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi aktivitas pendakian yang tidak sesuai prosedur keselamatan.

Di sisi lain, memasuki musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan juga menjadi fokus perhatian. Untuk itu, patroli gabungan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) akan terus ditingkatkan guna mendeteksi dan mencegah potensi kebakaran sejak dini.

Kapolsek Curahdami AKP Muktamar menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam menjaga kawasan hutan agar tetap aman dan lestari.

“Pengawasan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja sama seluruh pihak, baik pengelola hutan, pemerintah kecamatan, maupun masyarakat agar kawasan hutan tetap terjaga dan tidak terjadi hal-hal yang membahayakan keselamatan maupun lingkungan,” katanya.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan kawasan hutan Curahdami tetap terpelihara dari ancaman kerusakan lingkungan, sementara masyarakat dapat memahami pentingnya mematuhi aturan demi keselamatan bersama. Upaya pencegahan yang dilakukan sejak dini juga diharapkan mampu meminimalkan risiko bencana serta menjaga keberlangsungan ekosistem hutan di wilayah Bondowoso. (msb)


Ahmedabad