ZoyaPatel

PTPN I Regional 5 Kembangkan Tembakau Klaten 50 Hektare, Petani Dapat Bantuan Sumur Bor

Mumbai
Foto: Penyerahan bantuan sumur bor secara simbolis oleh PTPN I Regional 5 pada petani Klaten. (Humas PTPN I Regional 5)


KLATEN, (JaringanKita.Id) – PTPN I Regional 5 memperluas pengembangan tembakau di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada musim tanam 2026. Total lahan yang digarap tahun ini mencapai 50 hektare atau meningkat dua kali lipat dibanding musim tanam sebelumnya yang hanya 25 hektare.

Perluasan areal tanam tersebut ditandai dengan kegiatan tanam perdana tembakau di Kecamatan Kebonarum, Klaten, Rabu (4/6), yang dipimpin langsung oleh Region Head PTPN I Regional 5, Subagiyo, bersama jajaran manajemen perusahaan.

Selain mengembangkan komoditas tembakau, perusahaan juga menyalurkan bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa 38 titik sumur bor dan 7 unit mesin pompa air untuk tujuh desa di wilayah sekitar.

Foto: Bantuan sumur bor dari PTPN I Regional 5 untuk petani Klaten. (Humas PTPN I Regional 5)

Kegiatan tersebut turut dihadiri kepala desa, tokoh masyarakat, dan kelompok tani penerima manfaat.

Subagiyo mengatakan, peningkatan luas tanam menjadi bagian dari upaya perusahaan menghidupkan kembali komoditas tembakau Klaten yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berorientasi ekspor.

“Tanam perdana tahun ini menjadi momentum penting bagi pengembangan tembakau Klaten. Dengan peningkatan luas tanam dari 25 hektare menjadi 50 hektare, kami optimistis komoditas ini dapat terus berkembang, membuka lapangan kerja, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada musim tanam 2026, PTPN I Regional 5 mengembangkan komoditas tembakau Besuki Na-Oogst yang ditanam di bawah naungan (TBN). Tembakau tersebut merupakan salah satu produk unggulan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan industri cerutu premium ekspor dengan pasar utama Amerika Serikat dan Eropa.

Foto: Tanam perdana tembakau Naa Oogst Besuki di Klaten seluas 50 hektare. (Humas PTPN I Regional 5)

Perusahaan menargetkan produktivitas mencapai 1.700 kilogram per hektare dengan masa tanam sekitar tujuh bulan dan panen satu kali dalam setahun.

Manajemen perusahaan menyebut tantangan utama budidaya tembakau saat ini adalah ketidakstabilan cuaca serta keterbatasan sumber daya manusia di lapangan. Untuk menjaga kualitas produksi, perusahaan menerapkan pengaturan naungan, pengendalian hama dan penyakit, pemupukan berimbang, hingga optimalisasi pengelolaan air.

Di sisi lain, bantuan sumur bor dan mesin pompa air dinilai mampu membantu petani mengatasi persoalan kekurangan air saat musim kemarau.

Ketua kelompok tani penerima manfaat asal Desa Sukorejo, Dalino, mengaku bantuan tersebut sangat membantu aktivitas pertanian masyarakat.

“Adanya bantuan sumur bor dan mesin pompa air dari PTPN I ini sangat meringankan beban para petani yang sebelumnya kesulitan mendapatkan akses air untuk lahan pertanian,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Sekretariat dan Umum PTPN I Regional 5, Reggy Irawan Setiyobudi, menjelaskan bahwa bantuan TJSL tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar.

“Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan ketersediaan air bagi pertanian sehingga petani dapat meningkatkan intensitas tanam hingga dua kali dalam setahun,” ujarnya.

Total bantuan TJSL yang disalurkan mencapai Rp99,9 juta dan tersebar di tujuh desa, yakni Towangsan, Sukorejo, Jetis, Pluneng, Nglinggi, Manjung, dan Karanglo.

Program tersebut dijalankan dengan pendekatan Creating Shared Value (CSV) atau menciptakan manfaat bersama antara perusahaan dan masyarakat secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil evaluasi program, TJSL tersebut mencatat Social Return on Investment (SROI) sebesar 16,19 atau jauh melampaui target perusahaan sebesar 3. Angka itu menunjukkan manfaat yang diterima masyarakat lebih besar dibandingkan nilai investasi program.

PTPN I Regional 5 menegaskan keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga manfaat sosial yang dirasakan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kami berharap perluasan areal tanam tembakau di Kebonarum Klaten ini dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar, membuka lapangan kerja, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Subagiyo. (dw)
Ahmedabad