Angkat Isu Farmasi Berbasis Bahan Alam, INNOFARM 2026 Perkuat Kolaborasi Akademik Internasional di Universitas Ibrahimy
Mumbai
Ahmedabad
Situbondo, (JaringanKita.Id) – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Ibrahimy (UNIB) kembali memperluas jejaring akademik melalui penyelenggaraan The 2nd International Seminar Innovation and Collaboration on Pharmaceutical Science (INNOFARM) 2026. Seminar bertema Emerging Trends in Natural Product Pharmacy and Thibbun Nabawi: Scientific Exploration and Clinical Implementation tersebut digelar secara hybrid di Auditorium Pascasarjana Universitas Ibrahimy, Sabtu (25/7/2026).
Mengusung konsep luring dan daring, kegiatan ini mempertemukan akademisi, praktisi, serta peneliti dari Indonesia, Jepang, dan Timor Leste untuk mendiskusikan perkembangan ilmu kefarmasian, khususnya pemanfaatan bahan alam dan kajian Thibbun Nabawi yang dikembangkan melalui pendekatan ilmiah.
Seminar dihadiri Rektor Universitas Ibrahimy Dr. H. Khoirul Anwar, M.H.I., Wakil Rektor I Mohamat Hadori, S.Ag., M.A., Wakil Rektor II Nyai Hj. Djuwairiyah Fawaid, Ph.D., Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Bdn. Neny Yuli Susanti, S.ST., M.Keb., sivitas akademika, serta seluruh mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan.
Sebanyak enam narasumber menjadi pemateri dalam forum ilmiah tersebut. Dua di antaranya berasal dari luar negeri, yakni Apt. Ika Yuwiani Puspasari, S.Farm., M.Sc.Pharm. dari Universitas Dili, Timor Leste, serta Apt. Citra Reza A., Ph.D. dari Kansai Medical University, Jepang, yang mengikuti seminar melalui Zoom.
Sementara narasumber dari Indonesia terdiri atas Dr. Wawan Juandi, M.Ag., Apt. Ari Kurnianingsih, S.Si., M.Farm.Klin. selaku Kepala Instalasi Farmasi RSUD Blambangan Banyuwangi, Apt. Fauzi Rahaman, M.Farm., serta Dr. H. Khoirul Anwar, M.H.I.
Ketua Panitia Apt. Agung Budi Wicaksono, S.Farm., M.Farm., menyampaikan bahwa INNOFARM 2026 merupakan rangkaian kegiatan ilmiah yang tidak berhenti pada seminar internasional saja, melainkan dilanjutkan dengan lokakarya dan presentasi hasil penelitian.
"Hari pertama berupa seminar internasional yang dilaksanakan secara hybrid. Besok akan dilanjutkan dengan lokakarya penulisan karya ilmiah serta presentasi hasil penelitian. Jumlah peserta seminar daring sebanyak 16 orang dan peserta luring sebanyak 72 orang," ujarnya.
Menurut Agung, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan budaya riset di lingkungan perguruan tinggi sekaligus memperkuat kemampuan mahasiswa dan dosen dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Ia juga berharap kolaborasi dengan akademisi dari berbagai negara terus berkembang pada penyelenggaraan berikutnya.
Rektor Universitas Ibrahimy Dr. H. Khoirul Anwar, M.H.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan di Universitas Ibrahimy selalu diarahkan agar berjalan seiring dengan nilai-nilai keislaman.
"Keilmuan yang dikembangkan di Universitas Ibrahimy adalah integrasi antara ilmu sains dan keagamaan," tuturnya.
Ia menilai perkembangan ilmu farmasi saat ini membutuhkan riset yang kuat sekaligus kolaborasi lintas disiplin agar mampu menjawab tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang.
"Forum seperti INNOFARM menjadi ikhtiar bersama untuk mempertemukan gagasan, memperkuat kolaborasi, dan melahirkan inovasi yang berbasis penelitian. Kami berharap hasil-hasil kajian yang lahir dari forum ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu farmasi, pelayanan kesehatan, serta kemaslahatan masyarakat secara luas," pungkasnya. (Rif)