Bupati Abdul Hamid Dorong Budaya Literasi Mengakar, DPK Bondowoso Gelar Festival Literasi 2026
Mumbai
Ahmedabad
Bondowoso, (JaringanKita.Id) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pengembangan budaya literasi. Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyelenggaraan Pameran dan Festival Literasi 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Bondowoso sebagai ruang edukasi sekaligus kolaborasi berbagai elemen masyarakat.
Festival yang berlangsung mulai 25 Juli hingga 9 Agustus 2026 itu menghadirkan beragam kegiatan literasi, mulai pameran buku, wisata literasi, lomba mewarnai, talkshow, hingga berbagai agenda yang melibatkan komunitas literasi, Bunda Literasi Daerah, dunia pendidikan, media, penerbit, penulis, dan pelaku usaha.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso, Nunung Setianingsih, mengatakan Festival Literasi 2026 merupakan bagian dari program pemerintah daerah yang telah direncanakan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2026.
"Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan budaya baca, memperluas akses informasi, serta menumbuhkan kreativitas dan kecintaan masyarakat terhadap literasi. Festival ini juga menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem literasi di Bondowoso," ujarnya.
Menurut Nunung, penyelenggaraan festival tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi langkah nyata memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan sekaligus mendorong lahirnya kebiasaan membaca sejak usia dini.
DPK juga sebelumnya menggelar sejumlah perlombaan sebagai bagian dari rangkaian Festival Literasi 2026, di antaranya lomba bertutur tingkat SD/MI se-Kabupaten Bondowoso, lomba resensi buku berbasis koleksi perpustakaan, dan lomba perpustakaan desa. Para pemenang akan diumumkan dalam puncak kegiatan festival.
Nunung menegaskan, keberhasilan gerakan literasi membutuhkan dukungan lintas sektor agar budaya membaca dapat tumbuh secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
"Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, media, dan komunitas menjadi kunci dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan di Bondowoso," katanya.
Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, M.Ag., menyebut Festival Literasi harus menjadi momentum membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya literasi sebagai fondasi pembangunan daerah.
"Kita berharap ini menjadi semacam simbol tekad bersama untuk mulai mendorong literasi dan membudayakan literasi di tengah masyarakat."
Ia menilai, peningkatan literasi tidak dapat bergantung pada satu institusi saja. Menurutnya, seluruh elemen, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas hingga pemerintah perlu bergerak bersama agar budaya membaca semakin berkembang.
"Kita harapkan ini lebih giat lagi dilakukan kampanye untuk mendorong agar masyarakat lebih giat lagi, bunda-bunda literasi kita, kemudian giat bersinergi dan berkolaborasi dengan komponen lain untuk mendorong dan meningkatkan literasi."
Melalui Festival Literasi 2026, Pemkab Bondowoso berharap gerakan literasi tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan berkembang menjadi budaya yang mengakar di tengah masyarakat. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, literasi diharapkan mampu melahirkan generasi Bondowoso yang lebih cerdas, kritis, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Rif)