Jelang Giat MPLS, Kepala SMKN 3 Bondowoso Tegaskan MPLS Harus Menjadi Ruang Aman, Nyaman, dan Bermakna Bagi Siswa Baru
BONDOWOSO - Jelang menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, SMKN 3 Bondowoso dengan penuh semangat tengah bersiap melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para peserta didik barunya. Kegiatan tahunan yang menjadi penanda siswa baru memasuki gerbang sekolah, SMKN 3 Bondowoso berkomitmen tegas agar pelaksanaan MPLS tahun ini benar-benar menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bermakna bagi seluruh siswa baru.
Kepala SMKN 3 Bondowoso Daris Wibisono Setiawan dalam pengarahannya menjelang pelaksanaan kegiatan, menekankan bahwa paradigma MPLS harus bergeser sepenuhnya dari praktik-praktik senioritas atau perpeloncoan masa lalu, sebaliknya, momen ini harus menjadi langkah awal yang positif bagi siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan pendidikan vokasi.
"Saya tegaskan bahwa MPLS ini harus menjadi ruang yang aman secara fisik dan psikologis, nyaman untuk diikuti, serta bermakna sebagai fondasi awal siswa mengenal dunia SMK," ujar Daris penuh semangat.
Sebagaimana telah dijadwalkan serentak, MPLS SMKN 3 Bondowoso akan dibuka secara resmi pada tanggal 13 Juli 2026 dan akan berlangsung hingga Jum’at, 17 Juli 2026 dengan ketentuan satu hari kegiatan berlangsung selama lima jam. SMKN 3 Bondowoso sebagai sekolah kejuruan juga berkomitmen untuk langsung mengenalkan budaya kerja sejak hari pertama siswa menginjakkan kaki di sekolah.
“Melalui MPLS yang bermakna, siswa baru diharapkan dapat memahami pentingnya disiplin, kerja sama, dan etos kerja yang tinggi sesuai ritme dunia kerja” imbuh Daris pada keterangan resminya, Sabtu (11/07/2026).
Hal senada juga disampaiakan oleh Wakil Kepala SMKN 3 Bondowoso Dani Mayang Kusuma bahwasannya MPLS sebagai masa awal masuk sekolah merupakan fase penting bagi peserta didik untuk beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan MPLS nantinya akan berorientasi pada pembentukan karakter positif, pengenalan budaya sekolah, serta penguatan rasa percaya diri siswa, bukan menjadi ajang perpeloncoan atau praktik yang dapat menimbulkan tekanan psikologis.
"Kami pastikan seluruh rangkaian acara dikemas dengan pendekatan yang humanis dan edukatif, tidak ada lagi ruang untuk konsep-konsep usang yang represif” ujar Dani yang juga menjadi ketua MPLS SMKN 3 Bondowoso. ***
