ZoyaPatel

Porsadin VII Jadi Panggung Santri Probolinggo, FKDT Pasang Target Kembali Berprestasi Nasional

Mumbai
Probolinggo, (JaringanKita.Id) – Ratusan santri madrasah diniyah dari berbagai wilayah Kabupaten Probolinggo berkumpul di Pondok Pesantren Mambaul Huda, Desa Banyuanyar Tengah, Kecamatan Banyuanyar, dalam pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Madrasah Diniyah (Porsadin) VII tingkat Kabupaten Probolinggo, Senin (10/8/2026).

Ajang tersebut tidak hanya menjadi arena perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses penjaringan santri terbaik yang nantinya diproyeksikan mewakili Kabupaten Probolinggo pada Porsadin tingkat Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Lumajang.

Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Probolinggo, KH Ahmad Ubaidillah, menyebut Porsadin memiliki arti penting dalam membuka ruang bagi santri untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengukur hasil pembinaan yang dilakukan madrasah diniyah.

Sistem seleksi diterapkan secara berjenjang. Peserta yang mampu meraih Juara I tingkat Kabupaten Probolinggo akan mendapatkan kesempatan membawa nama daerah pada kompetisi tingkat provinsi.

"Alhamdulillah, pada gelaran sebelum-sebelumnya kita berhasil meraih prestasi hingga tingkat nasional, hanya saja kurang terpublikasi. Pada ajang kali ini, kami menargetkan untuk kembali merebut juara nasional," ujar KH Ahmad Ubaidillah.

Target tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi para peserta agar mengikuti perlombaan secara serius. Namun, FKDT mengingatkan bahwa prestasi harus berjalan beriringan dengan sikap sportif dan menjaga nama baik lembaga masing-masing.

"Semoga seluruh peserta dapat berkompetisi dengan baik, menjaga integritas, serta membawa nama baik lembaganya masing-masing," tambahnya.

Di sisi lain, FKDT turut menaruh perhatian terhadap kesiapan pembiayaan kontingen apabila nantinya harus berlaga di tingkat provinsi. Organisasi tersebut berharap komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo terkait dukungan keberangkatan kontingen dapat direalisasikan secara maksimal.

Harapan itu disampaikan karena pada pelaksanaan tahun sebelumnya, kebutuhan keberangkatan kontingen masih harus ditopang melalui iuran mandiri pengurus dan peserta. Dukungan pemerintah dinilai penting agar para santri yang berhasil lolos dapat berkonsentrasi mempersiapkan kemampuan sebelum bertanding.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Hari Cahyono, menyatakan pemerintah daerah akan terus membuka ruang sinergi dengan FKDT dalam mengembangkan potensi santri dan pendidikan di lingkungan pesantren.

"Kabupaten Probolinggo memiliki banyak pondok pesantren. Kita akan terus bersinergi untuk meningkatkan dan menggali potensi yang dimiliki para santri. Porsadin hari ini adalah jenjang awal yang nantinya berlanjut ke tingkat provinsi," tuturnya.

Hari menilai kompetisi semacam Porsadin memiliki manfaat lebih luas karena memberikan pengalaman kepada santri untuk berkompetisi sekaligus belajar membangun karakter.

"Kami berpesan agar seluruh peserta senantiasa menjunjung tinggi sportivitas," tegasnya.

Meski pemerintah daerah tengah menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, Hari memastikan dukungan terhadap kegiatan pembinaan santri tetap menjadi perhatian.

"Semoga kegiatan ini berjalan lancar hingga akhir," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Samsur, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Porsadin VII. Ia menilai FKDT memiliki peran strategis dalam mengawal keberadaan dan perkembangan madrasah diniyah di Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya, Porsadin dapat menjadi sarana untuk menemukan potensi sekaligus mengasah bakat para santri agar memiliki pengalaman berkompetisi di jenjang yang lebih tinggi.

"Melalui kompetisi ini, kita berharap potensi dan bakat para siswa di bawah naungan madrasah diniyah terus terasah. Selamat atas terselenggaranya Porsadin VII. Semoga agenda ini berkesinambungan dan terus mengharumkan nama Kabupaten Probolinggo di kancah nasional," pungkas Samsur.

Dengan dibukanya Porsadin VII, persaingan para santri Probolinggo resmi dimulai. Dari ajang tingkat kabupaten ini, para juara akan membawa misi berikutnya ke Lumajang untuk berlaga di tingkat Jawa Timur, dengan target lebih jauh mengulang prestasi Kabupaten Probolinggo hingga panggung nasional. (Rif)
Ahmedabad