ZoyaPatel

Reses Sinung Sudrajad, Budidaya Lele hingga Ayam Petelur Jadi Aspirasi Warga

Mumbai
Foto: Sinung Sudrajad serap aspirasi warga Dapil I di Aula PD Muhammadiyah, Rabu (5/8/2026) malam. (Humas DPC PDI Perjuangan Bondowoso)



Bondowoso, (JaringanKita.Id) – Budidaya ikan hingga peternakan ayam petelur menjadi salah satu aspirasi masyarakat dalam reses Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, di wilayah daerah pemilihan (Dapil) I.

Aspirasi tersebut disampaikan warga saat Sinung menggelar reses di Aula PD Muhammadiyah, Kelurahan Dabasah, Kecamatan Bondowoso, Rabu (5/8/2026) malam.

Sinung mengatakan, aspirasi masyarakat di wilayah perkotaan cenderung berbeda dengan kawasan pedesaan. Jika masyarakat desa banyak menyampaikan kebutuhan terkait pertanian, warga kota lebih banyak meminta dukungan pemberdayaan dan sarana untuk mengembangkan unit usaha.

“Kalau wilayah kota mayoritas aspirasinya pemberdayaan, meminta peralatan unit usaha,” kata Sinung.

Dalam reses tersebut, salah satu aspirasi yang muncul adalah pengembangan perikanan darat. Warga mengusulkan dukungan usaha budidaya ikan seperti lele dan gurame.

Foto: Sinung Sudrajad serap aspirasi warga Dapil I di Aula PD Muhammadiyah, Rabu (5/8/2026) malam. (Humas DPC PDI Perjuangan Bondowoso)

Selain itu, terdapat pula usulan pengadaan kendaraan roda tiga yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas usaha masyarakat.

Menurut Sinung, seluruh aspirasi yang disampaikan telah dituangkan dalam formulir usulan. Ia memastikan aspirasi tersebut akan diperjuangkan, dengan catatan pelaksanaannya tetap bergantung pada kondisi anggaran serta kebijakan pemerintah daerah.

“Tadi sudah dituangkan dalam form usulan. Selama daerah tidak ada kejadian khusus, tidak ada kebijakan-kebijakan yang menyesuaikan dengan kondisi yang ada, insyaallah bisa direalisasikan,” ujarnya.

Ayam dan Bebek Petelur Dinilai Punya Pasar

Sinung tidak hanya melihat budidaya perikanan darat sebagai peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia juga mendorong pengembangan budidaya ayam petelur dan bebek petelur.

Menurutnya, usaha tersebut memiliki prospek karena kebutuhan pasar terhadap telur masih cukup tinggi. Bahkan, pelaku usaha yang sudah menjalankan budidaya serupa dinilai belum mampu memenuhi seluruh permintaan.

Foto: Sinung Sudrajad serap aspirasi warga Dapil I di Aula PD Muhammadiyah, Rabu (5/8/2026) malam. (Humas DPC PDI Perjuangan Bondowoso)

“Selain perikanan darat, karena Bondowoso tidak punya perairan laut, ada juga budidaya ayam petelur dan bebek petelur,” jelasnya.

Sinung menyebut sejumlah pelaku usaha yang telah mengembangkan sektor tersebut masih memiliki keterbatasan produksi.

“Teman-teman yang sudah melakukan itu kuotanya kurang terus untuk memenuhi kebutuhan pasar,” imbuhnya.

Kondisi itu, menurut dia, menjadi peluang bagi masyarakat untuk masuk ke sektor usaha tersebut. Ketersediaan pasar menjadi salah satu faktor penting agar usaha yang dikembangkan masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Atas dasar kebutuhan itu, maka pangsa pasar akan mudah didapat sehingga usaha ini pasti berjalan,” ujarnya.

Usulan pengembangan peternakan ayam dan bebek petelur tersebut juga telah dimasukkan dalam daftar aspirasi. Sinung berharap program itu dapat direalisasikan pada 2028.

“Tadi sudah dimasukkan di form usulan, semoga tidak ada aral melintang, tidak ada halangan sehingga bisa terealisasi di 2028,” katanya.

Pembangunan Fisik Tak Boleh Menggeser Pemberdayaan

Sinung menyadari aspirasi masyarakat harus berhadapan dengan kondisi keuangan daerah, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Kondisi tersebut berpotensi membuat sebagian usulan masyarakat tidak dapat langsung direalisasikan.

Foto: Sinung Sudrajad serap aspirasi warga Dapil I di Aula PD Muhammadiyah, Rabu (5/8/2026) malam. (Humas DPC PDI Perjuangan Bondowoso)

Jika hal itu terjadi, ia mengatakan akan kembali memberikan penjelasan kepada masyarakat dan tim pendukung mengenai kondisi anggaran serta skala prioritas pembangunan.

“Kalau itu terjadi, kita kumpulkan lagi, kita beri alasan kepada tim kita, para pendukung kita, bahwasanya mungkin misal efisiensi anggaran sehingga ada keterbatasan. Mohon maaf, usulan A, B, C, D dan sebagainya tidak bisa segera direalisasikan,” tuturnya.

Namun, Sinung menilai pembangunan Bondowoso tidak boleh hanya berkutat pada pembangunan fisik. Infrastruktur seperti jalan tetap penting, tetapi pemberdayaan masyarakat juga harus mendapatkan porsi yang seimbang.

“Seharusnya berimbang. Fisik, jalan, pemberdayaan juga berjalan,” tegasnya.

Ia menyebut masyarakat Bondowoso, terutama di Dapil I, masih membutuhkan program pemberdayaan yang mampu membuka dan menguatkan sumber-sumber ekonomi baru.

Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap usaha produktif dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Karena kondisi masyarakat kita, khususnya di Kabupaten Bondowoso dan Dapil I sesuai dengan pada malam hari ini, masih sangat membutuhkan program pemberdayaan,” katanya.

Di luar pembangunan fisik dan pemberdayaan ekonomi, Sinung menegaskan pemerintah juga memiliki kewajiban memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Dua sektor yang dinilainya mutlak menjadi perhatian adalah pendidikan dan kesehatan.

“Di luar daripada dua hal tersebut yang menjadi kebutuhan mutlak dan itu wajib dipenuhi oleh pemerintah adalah pelayanan kesehatan dan pendidikan yang layak,” pungkasnya. (dw)
Ahmedabad