ZoyaPatel

1.053 Lulusan Wisuda XXXV UNIB, Rektor Tegaskan Identitas Kampus Pahlawan Santri

Mumbai
Situbondo, (JaringanKita.Id)– Sebanyak 1.053 wisudawan dan wisudawati mengikuti Rapat Terbuka Senat Wisuda XXXV Program Diploma, Sarjana, dan Magister Universitas Ibrahimy (UNIB) Sumberejo, Banyuputih, Situbondo.

Wisuda yang berlangsung di Auditorium Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo tersebut digelar selama dua hari, Senin–Selasa, 21–22 September 2026, mulai pukul 07.00 WIB.

Para lulusan tersebut berasal dari 25 program pada berbagai jenjang pendidikan. Pelaksanaan dalam dua tahap menjadi bagian dari rangkaian Wisuda XXXV Universitas Ibrahimy.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy, Wakil Pengasuh Dr. (HC) KH. Afifuddin Muhajir, M.Ag., Nyai Hj. Nur Sari As’adiyah, Kabid Dikti Dr. Minhaji, M.Pd.I., serta Rektor Universitas Ibrahimy Dr. H. Khoirul Anwar, M.H.I.

Turut hadir Wakil Rektor I Mohamat Hadori, S.Ag., M.A., Wakil Rektor II Hj. Djuwairiyah, Ph.D., dan Wakil Rektor III KH. Ach. Fadhail, SH., MH.

Sejumlah tamu undangan juga hadir, yakni Plt. Staf Ahli Setda Provinsi Jawa Timur Dr. Akh. Jazuli, SH., M.SI., Koord. Kopertais IV Jawa Timur Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA, M.Phil, serta Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, S.Pd.I.

Pada hari pertama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Hj. Arifah Fauzi memberikan orasi ilmiah kepada para wisudawan. Kehadirannya menjadi bagian penting dalam rangkaian Wisuda XXXV Universitas Ibrahimy.

Hj. Arifah Fauzi mengingatkan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan tidak berhenti pada penerimaan ijazah. Para lulusan akan kembali berada di tengah masyarakat dengan membawa tanggung jawab atas ilmu yang telah diperoleh.

“Melihat wisuda ini bukan sebagai akhir perjalanan Pendidikan,melainkan sebagai awal dari amanah yang lebih besar”.

Ia juga menekankan hubungan antara ilmu, akhlak, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Setelah toga dilepas, ijazah diterima,dan saudara saudari kembali ke tengah masyarakat, akan ada satu pertanyaan yang lebih penting, untuk apa ilmu yang kita peroleh. Apakah hanya untuk mendapatkan gelar semata ataukah ilmu akan menjadi amal, pengabdian, keteladanan dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Inilah makna penting dari semua pendidikan. Ilmu yang tinggi harus berjalan bersama dengan akhlak yang luhur. Pengetahuan harus berjalan bersama tanggungjawab dan kecerdasan harus sejalan dengan kepedulian.”

Pesan tersebut juga beririsan dengan identitas pendidikan Universitas Ibrahimy yang ditegaskan oleh Rektor Dr. H. Khoirul Anwar, M.H.I. Menurutnya, keberadaan UNIB tidak dapat dilepaskan dari tradisi Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.

“Universitas Ibrahimy yang tegak dan kokoh berdiri di atas paku bumi tradisi Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo dengan riyadhoh dan ikhtiar para muassis kekasih ilahi, Kiai Syamsul, Kiai As'ad, Kiai Fawaid memiliki tugas dan amanah yang sangat besar dalam menyinergikan kedalaman ilmu keislaman Tafaqquh fiddin dan penguasaan sains dan teknologi.”

Rektor juga menegaskan semboyan yang terus dibawa Universitas Ibrahimy dalam menjalankan pendidikan.

“Universitas Ibrahimy memiliki semboyan sebagai kampus pahlawan santri, berteknologi, berakhlak terpuji dan penerus perjuangan Nabi. semboyan tersebut terus kami gelorakan agar kami tidak patah semangat, dan surut semangat dalam menghadapi setiap tantangan.”

Sementara itu, Menteri PPPA juga mengingatkan para lulusan bahwa mereka membawa nilai yang telah ditanamkan selama menjalani pendidikan di Universitas Ibrahimy.

“Saudara-saudari tidak hanya membawa ijazah dari Universitas Ibrahimy, saudara-saudari juga membawa nilai trasdisi keilmuna dan keteladanan islam yang telah ditanamkan selama menempuh Pendidikan.”

Ia menyebut masih terdapat berbagai tantangan yang berkaitan dengan karakter, keluarga, relasi sosial, moralitas, perlindungan anak, kekerasan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Kita masih menghadapi tantangan terkait dengan karakter, keluarga, relasi sosial, moralitas, perlinduangan anak, kekerasan dan nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu bangsa Indonesia tidak hanya membutuhkabn generasi yang cerdas intelektual, bangsa Indonesia membutuhkan generasi yang berilmu, beriman, berakhlak, berintegritas dan mampu beradaptasi dan memiliki kepedulian sosial.”

Ketua Panitia Wisuda XXXV Zainuddin, M.Pd. turut menyampaikan rasa bahagia atas pelaksanaan kegiatan yang telah dipersiapkan.

“Saya sangat bahagia dan bangga, persiapan yang dilakukan sudah matang, kedatang bu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak merupakan motivasi bagi Universitas Ibrahimy untuk semakin bergelora mendidik dan mencerdaskan mahasantri agar siap berkompetisi dan menang dalam setiap keadaan”.

Rangkaian Wisuda XXXV berlanjut pada Selasa, 22 September 2026. Dalam siaran pers disebutkan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Dr. (HC) H. A. Muhaimin Iskandar, M.Si. siap hadir pada wisuda hari kedua.

“Semoga besok saat Wisuda hari kedua, akan semakin lebih baik dan berjalan dengan sukses. Juga kami berharap untuk Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia dapat hadir sesuai rencana,” ujar Zainuddin.

Dengan jumlah 1.053 lulusan dari 25 program, Wisuda XXXV menjadi salah satu momentum penting bagi Universitas Ibrahimy. Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan pesan yang ditekankan dalam pendidikan UNIB: mempertahankan tradisi keilmuan pesantren sembari menyinergikannya dengan penguasaan sains dan teknologi. (Rif)
Ahmedabad