Dari Pesantren ke Kampus, 195 Mahasiswa Ukir Babak Pertama IAI Shofa Marwa Jember
Mumbai
Ahmedabad
Jember, (JaringanKita.Id) – Sebanyak 195 mahasiswa menjadi bagian dari catatan awal perjalanan Institut Agama Islam (IAI) Shofa Marwa Jember. Mereka merupakan mahasiswa angkatan pertama yang resmi diperkenalkan dalam pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2MB) perdana.
Momentum tersebut menjadi lebih dari sekadar penyambutan mahasiswa baru. Kehadiran angkatan pertama menjadi titik awal terbentuknya tradisi akademik, kehidupan kemahasiswaan, serta kultur pendidikan di lingkungan IAI Shofa Marwa Jember.
Rangkaian PK2MB dikemas melalui Rapat Senat Terbuka sekaligus peresmian mahasiswa perdana. Dari total 195 mahasiswa tersebut, mereka tersebar dalam empat program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Ekonomi Syariah (ES), dan Hukum Tata Negara (HTN).
Ketua Senat IAI Shofa Marwa Jember, Prof. Dr. Hamdanah Usman, M.Hum., membuka rangkaian kegiatan tersebut. Prosesi diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Ya Ahlal Wathan, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Hymne dan Mars IAI Shofa Marwa Jember.
Pengenalan Hymne dan Mars kampus menjadi salah satu bagian yang menandai pertemuan resmi pertama antara unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa sebagai satu keluarga akademik.
Rektor IAI Shofa Marwa Jember, Moh. Abd. Halik, S.Sos.I., M.Sos., memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan PK2MB perdana tersebut. Ia juga menyampaikan rasa bangga melihat mahasiswa yang memilih menjadi bagian dari fase awal perjalanan kampus.
“Saya sangat bangga melihat mahasiswa yang hadir hari ini. Kehadiran IAI Shofa Marwa Jember juga tidak terlepas dari support, dukungan, dan kepercayaan mahasiswa yang memilih bergabung serta menjadi bagian dalam mengembangkan perguruan tinggi ini,” ungkap Rektor.
Menurut Halik, mahasiswa angkatan pertama memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga nama baik almamater. Mereka bukan hanya memasuki kampus yang baru, tetapi juga berada dalam posisi untuk ikut membangun budaya akademik sejak awal.
“Harapan kami, mahasiswa yang hari ini menjadi angkatan pertama, empat tahun mendatang juga menjadi angkatan pertama yang menyelesaikan studinya. Jadilah generasi yang membawa nama baik almamater dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Ia berharap proses perkuliahan nantinya mampu membawa mahasiswa melampaui pencapaian akademik semata. Pengetahuan yang diperoleh di kampus diharapkan dapat diamalkan sehingga memberi manfaat bagi masyarakat.
Di balik penerimaan mahasiswa perdana tersebut, IAI Shofa Marwa Jember juga membawa agenda pengembangan jangka panjang. Kampus diarahkan untuk terus mengembangkan program studi sesuai kebutuhan masyarakat, sekaligus memiliki cita-cita membuka jenjang Magister (S2).
Pengasuh Pondok Pesantren Shofa Marwa, Prof. Dr. Abdul Halim Soebahar, M.A., menyampaikan rasa syukur atas berdirinya perguruan tinggi tersebut. Ia memandang keberadaan IAI Shofa Marwa sebagai bagian dari ikhtiar memperluas pengabdian melalui pendidikan.
“Kita bersyukur sebesar-besarnya atas berdirinya Kampus IAI Shofa Marwa di Jember. Mudah-mudahan keberadaan lembaga ini menjadi jariah, menjadi fondasi, dan menjadi ladang khidmat bersama dalam menyebarkan nilai-nilai agama Islam dan perjuangan agama Islam,” tutur Prof. Abdul Halim.
Ia juga berharap kampus tersebut mampu melahirkan generasi intelektual dan akademisi yang memiliki dasar keislaman kuat. Cita-cita pengembangan itu bahkan diarahkan hingga lahirnya guru besar, pembukaan program S2, dan dalam perjalanan panjang menuju pendidikan doktoral atau S3.
Sementara itu, Ketua Senat Prof. Dr. Hamdanah Usman, M.Hum., mendoakan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan dan pengembangan IAI Shofa Marwa Jember.
“Semoga semua yang terlibat dalam mengembangkan lembaga pendidikan Kampus IAI Shofa Marwa ini dibarakahkan umurnya, dibarakahkan rezekinya, diberikan kekuatan oleh Allah, diberikan kesabaran oleh Allah, dan diberikan kemuliaan oleh Allah di dunia dan akhirat,” harapnya.
Rangkaian kegiatan juga diisi Stadium General bersama Dr. Kiai Haji Ubaidillah. Materi yang disampaikan menekankan bahwa perjalanan menuntut ilmu membutuhkan kesungguhan, riyadah, tirakat, dan kemampuan menjaga diri.
Mahasiswa diajak mengambil pelajaran dari perjalanan para ulama terdahulu, termasuk Imam Al-Ghazali dan Ibnu Malik. Sikap tawadhu, penghormatan kepada guru, serta menjaga akhlak menjadi bagian penting dalam proses mencari ilmu.
Pesan tersebut memiliki kaitan erat dengan latar belakang sebagian mahasiswa angkatan pertama IAI Shofa Marwa Jember. Dari 195 mahasiswa, terdapat hafizh dan hafizhah Al-Qur’an, serta mahasiswa yang sebelumnya telah memiliki pengalaman sebagai guru diniyah di sejumlah pondok pesantren di wilayah eks Karesidenan Besuki.
Mereka datang ke lingkungan perguruan tinggi dengan membawa pengalaman pendidikan pesantren masing-masing. Tradisi mengaji, menghafal Al-Qur’an, mengajar diniyah, dan berkhidmat di pesantren menjadi bekal yang dapat memperkaya kehidupan akademik kampus.
Kehadiran mahasiswa dengan latar belakang tersebut sekaligus memperlihatkan pertemuan antara tradisi pesantren dan pendidikan tinggi. Dari ruang tersebut diharapkan tumbuh generasi yang memiliki kemampuan akademik sekaligus tetap menjaga akhlak, spiritualitas, dan kepedulian sosial.
Bagi IAI Shofa Marwa Jember, 195 mahasiswa tersebut menjadi bagian dari fondasi awal yang kelak akan menentukan warna perjalanan kampus. Mereka akan mengalami langsung bagaimana tradisi akademik, organisasi kemahasiswaan, dan budaya kampus mulai dibangun dari titik awal.
Empat tahun mendatang, angkatan tersebut diharapkan kembali mencatat sejarah sebagai lulusan pertama IAI Shofa Marwa Jember. Perjalanan mereka akan menjadi bagian dari perjalanan institusi yang saat ini baru membuka halaman pertamanya.
Dari 195 mahasiswa, empat program studi, dan tradisi pesantren yang mereka bawa, IAI Shofa Marwa Jember mulai menanam fondasi. Sejarah kampus itu kini bukan lagi sekadar cita-cita, tetapi telah dimulai oleh generasi pertamanya. (Rif)