ZoyaPatel

Kopi Tujuh Bidadari Bondowoso Gandeng Butik Roti Maria, Perluas Pasar ke Malaysia

Mumbai
NILAI, NEGERI SEMBILAN, (JARINGANKITA.ID) — Kopi Tujuh Bidadari asal Bondowoso memperluas jangkauan pasarnya ke Malaysia melalui kerja sama branding dan kemitraan strategis dengan Butik Roti Maria. Kolaborasi tersebut dilakukan pemilik Kopi Tujuh Bidadari, Dr. Suheri, S.Pd.I., M.Pd.I., bersama pasangan suami istri Baudin dan Mariah Abdul Razak atau Chef Maria, pemilik Butik Roti Maria di Kampung Sungai Mahang, Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia, Rabu (23/9/2026).

Kerja sama tersebut mempertemukan dua produk kuliner dari kawasan serumpun, yakni kopi khas Bondowoso dengan produk roti artisanal yang dikembangkan Butik Roti Maria.

Bagi Kopi Tujuh Bidadari, kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk kopi Bondowoso melalui pendekatan branding dan kemitraan, sehingga produk lokal tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas, tetapi juga membawa identitas dan karakter daerah asalnya.

Dr. Suheri mengatakan, langkah masuk ke pasar Malaysia dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi produk kopi lokal Indonesia di pasar internasional.

“Kami tidak hanya menjual kopi, tetapi membawa identitas, cerita, dan kualitas dari bumi Bondowoso. Berkolaborasi dengan Butik Roti Maria adalah pintu masuk yang sangat strategis untuk memperkenalkan cita rasa autentik ini kepada masyarakat Malaysia,” ujar Dr. Suheri di sela-sela pertemuannya di Kampung Sungai Mahang.

Kolaborasi tersebut juga membuka ruang bagi Kopi Tujuh Bidadari untuk dipadukan dengan produk roti yang diproduksi Butik Roti Maria. Konsep tersebut mempertemukan karakter kopi dengan olahan roti sebagai bagian dari pengalaman kuliner bagi pelanggan.

Butik Roti Maria sendiri dikelola oleh Baudin bersama Chef Maria. Kemampuan Chef Maria dalam mengolah produk roti menjadi salah satu bagian yang dipadukan dengan kehadiran Kopi Tujuh Bidadari dalam kerja sama tersebut.

Chef Maria menyambut baik kolaborasi dengan produk kopi asal Bondowoso tersebut. Menurutnya, karakter kopi dan produk roti dapat saling melengkapi ketika disajikan dalam satu pengalaman kuliner.

“Kopi dari Pak Suheri memiliki profil rasa yang sangat khas dan balance. Ketika dipadukan dengan roti racikan kami, ada harmoni rasa yang saling melengkapi. Ini adalah sinergi yang sangat alami,” ungkap Chef Maria.

Melalui kerja sama tersebut, Butik Roti Maria di Kampung Sungai Mahang menjadi salah satu point of sale sekaligus ruang pengenalan Kopi Tujuh Bidadari di wilayah Negeri Sembilan.

Bagi Kopi Tujuh Bidadari, kemitraan ini sekaligus menjadi upaya memperluas pengenalan produk Bondowoso melalui jalur kuliner. Strategi tersebut menempatkan produk lokal dalam konteks yang lebih dekat dengan konsumen, yakni melalui sajian dan pengalaman menikmati produk.

Ekspansi ke Malaysia juga menunjukkan bahwa produk berbasis lokal memiliki ruang untuk dikembangkan melalui kerja sama lintas negara. Dalam konteks ini, kopi Bondowoso dipertemukan dengan produk kuliner Negeri Sembilan melalui kemitraan yang dibangun antara kedua pelaku usaha.

Kerja sama Kopi Tujuh Bidadari dan Butik Roti Maria menjadi bagian dari langkah memperkenalkan identitas produk Bondowoso di luar negeri. Kolaborasi tersebut membawa cita rasa lokal Indonesia ke ruang kuliner Malaysia sekaligus membuka peluang pengembangan pasar bagi produk kopi asal Bondowoso. (Rif)
Ahmedabad