ZoyaPatel

SPPG Bondowoso Badean 2 Sajikan Nasi Kuning Tanpa Santan: Tetap Gurih, Lezat, dan Aman untuk Anak-Anak

Mumbai
Foto: Menu nasi kuning tanpa santan khas SPPG Bondowoso Badean 2. (Dok. SPPG Bondowoso Badean 2)



Bondowoso, (JaringanKita.Id) — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bondowoso Badean 2 menghadirkan inovasi menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyajikan nasi kuning tanpa santan. Langkah ini diambil untuk memastikan makanan yang disajikan tidak hanya lezat dan disukai anak-anak, tetapi juga memenuhi standar keamanan pangan yang ketat.

Kepala SPPG Bondowoso Badean 2, Yulia Linda Lestari, menjelaskan bahwa nasi kuning merupakan salah satu menu favorit yang sangat digemari oleh penerima manfaat. Namun, demi menjaga kualitas dan keamanan konsumsi, resep konvensional harus disesuaikan.

"Penggunaan santan dilarang untuk seluruh menu MBG sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN). Santan termasuk bahan yang mudah basi jika proses pengolahannya kurang benar. Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah pencegahan dari risiko keracunan makanan," tegas Yulia.

Bumbu Aromatik Jadi Kunci Cita Rasa

Meski dimasak tanpa santan, SPPG Badean 2 memastikan cita rasa nasi kuning tetap gurih, harum, dan kaya rasa. Warna kuning alami diandalkan dari penggunaan kunyit, sedangkan aroma khas diperoleh dari perpaduan serai dan bumbu aromatik lainnya sesuai takaran resep.

"Dari sisi pengolahan di dapur, pembuatan nasi kuning tanpa santan justru lebih mudah karena tidak memerlukan teknik khusus seperti memasak santan agar tidak cepat basi. Konsepnya mirip dengan nasi liwet yang sebelumnya sudah sering kami uji coba dan sajikan," tambahnya.

Kombinasi Menu Seimbang dan Kandungan Gizi

Dari segi nutrisi, ketiadaan santan berdampak positif pada penurunan kadar lemak dan kalori. Untuk menjaga agar standar gizi BGN tetap terpenuhi secara optimal,

SPPG menyandingkan nasi kuning dengan paduan lauk-pauk dan sayuran yang kaya gizi serta seimbang secara rasa:
- Ayam Goreng Bawang Putih: Dipilih untuk memenuhi kebutuhan protein utama dengan cita rasa gurih.
- Tempe Orek: Memberikan sentuhan rasa manis yang padu dengan lauk gurih.
- Acar Timun Wortel: Menyediakan asupan serat, vitamin, dan mineral serta memberikan kesegaran.

Penyusunan paket menu ini mempertimbangkan kecukupan karbohidrat, protein, serat, serta mikronutrien bagi anak-anak. Selain nasi kuning, modifikasi serupa juga diterapkan pada menu tradisional lain seperti sayur kuah kuning yang diolah sepenuhnya tanpa santan.

Antusiasme Tinggi dari Penerima Manfaat

Inovasi resep ini terbukti sukses di lapangan. Anak-anak menyambut hangat menu nasi kuning tanpa santan tersebut. Yulia mengungkapkan bahwa sebagian besar wadah makan (ompreng) kembali dalam keadaan bersih tanpa sisa.

Melihat respons positif ini, SPPG Bondowoso Badean 2 berkomitmen untuk terus berkreasi menyiasati berbagai aturan keamanan BGN tanpa mengurangi kualitas cita rasa.

"Prinsip utama kami adalah makanan yang disajikan harus tetap enak, aman, dan bergizi. Kami berharap anak-anak terus menyukai menu ini dan tidak merasa bosan dengan variasi makanan yang kami hadirkan setiap harinya," tutup Yulia. (dw)
Ahmedabad