SPPG Taman Krocok Libatkan 14 UMKM, Program MBG Dongkrak Ekonomi Lokal Bondowoso
Mumbai
Ahmedabad
Taman Krocok, (JaringanKita.Id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus menunjukkan dampak positifnya, tidak hanya dalam peningkatan gizi anak sekolah, tetapi juga sebagai roda penggerak ekonomi kerakyatan.
Di Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat menjadi contoh nyata bagaimana program ini mampu menghidupkan denyut nadi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.
Sejak beroperasi beberapa bulan lalu, SPPG Taman Krocok secara aktif melibatkan 14 UMKM lokal dalam rantai pasok penyediaan bahan makanan dan menu pendukung. Langkah ini menjadi strategi cerdas untuk memastikan bahan baku yang digunakan selalu segar sekaligus mendistribusikan manfaat ekonomi program secara lebih luas.
Kepala SPPG Taman Krocok, Burhanudin, menjelaskan bahwa keterlibatan belasan UMKM ini merupakan bagian dari komitmen pihaknya untuk memberdayakan ekonomi sekitar. Menurutnya, UMKM yang menjadi mitra berasal dari berbagai sektor usaha pangan, mulai dari produsen bahan baku hingga pengolah makanan.
"Kami menggandeng UMKM dari hulu ke hilir. Total ada 14 UMKM yang telah bermitra dengan kami. Kami ingin memastikan bahwa program yang baik ini tidak hanya dinikmati oleh siswa, tetapi juga memberikan berkah ekonomi bagi para pelaku usaha kecil," ujar Burhanudin, Jumat (13/03/2026).
Ia menambahkan, kolaborasi dengan UMKM lokal juga mempermudah pihaknya dalam menjaga kualitas dan kesegaran bahan pangan. Dengan jarak tempuh yang relatif dekat, distribusi bahan baku untuk kebutuhan menu harian ribuan siswa dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.
"Bahan seperti sayur, tempe, dan tahu bisa langsung dipasok pagi hari dan segera diolah, sehingga kualitas gizi dan rasanya tetap terjaga," imbuhnya.
Program MBG di SPPG Taman Krocok ini menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah yang tepat sasaran mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan. Dengan menggandeng pelaku usaha lokal, program ini tidak hanya sukses secara gizi, tetapi juga sukses membangun kemandirian dan ketahanan ekonomi dari tingkat akar rumput. (*)