Kepala SPPG Bondowoso Badean 2 Ungkap Strategi Menu Agar Disukai Anak-anak
Mumbai
Foto: Menu MBG yang disajikan oleh SPPG Bondowoso Badean 2, Rabu (1/4/2026). (SPPG Bondowoso Badean 2)
Ahmedabad
Bondowoso, (JaringanKita.Id) – Inovasi terus dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bondowoso Badean 2 dalam menyajikan makanan bergizi bagi para penerima manfaat.
Kepala SPPG Badean 2, Yulia Linda Lestari, baru-baru ini membocorkan strategi dapur dalam mengolah menu agar disukai oleh berbagai kalangan penerima manfaat sekaligus memenuhi standar gizi.
Dalam sebuah wawancara, Yulia menjelaskan bahwa perbedaan pendekatan dilakukan untuk kelompok balita dan kelompok usia lainnya. Untuk para balita yang cenderung sensitif terhadap rasa, pihaknya menambahkan bumbu kecap manis pada hidangan.
"Karena kita kirim ke balita juga, yang balita pakai bumbu kecap biar rasanya lebih manis diterima sama anak-anak," ungkap Yulia, Rabu (1/4/2026).
Sementara itu, untuk kelompok penerima manfaat lainnya atau porsi besar, pihak SPPG menggunakan bumbu merah. Meskipun terlihat seperti sambal, Yulia memastikan bahwa rasa pedas tidak akan mengganggu karena mereka menggunakan sambal tomat.
"Kalau yang lain pakai bumbu merah dan porsi besar pakai sambal tomat. Jadi meski ada sambal, tetap nggak pedes karena pakai sambal tomat," jelasnya.
Salah satu menu unggulan yang baru-baru ini disajikan adalah Nasi Liwet yang dikombinasikan dengan tahu kres, ayam bakar, lalapan berupa selada, timun, tomat, serta pisang sebagai buah. Menu ini pun menjadi bukti komitmen SPPG dalam menyajikan hidangan yang lengkap secara gizi.
Lebih lanjut, Yulia menekankan bahwa variasi menu menjadi kunci agar penerima manfaat tidak bosan. Pihaknya tidak hanya terpaku pada nasi putih setiap harinya.
"Kita juga bervariasi nasinya. Enggak nasi putih terus biar nggak bosan. Sekarang coba pakai nasi liwet versi MBG," pungkasnya.
Dengan adanya variasi menu dan perlakuan khusus pada rasa untuk balita ini, diharapkan program pemenuhan gizi di Bondowoso dapat berjalan optimal dan disambut antusias oleh para penerima manfaat, mulai dari balita hingga kelompok usia lainnya. (*)