MBG Tak Hanya untuk Siswa, SPPG Tamansari Mulai Sasar B3 Sejak Bulan April, Pastikan Asupan Gizi Tetap Terjaga
Mumbai
Ahmedabad
TAMANSARI, Jaringan Kita – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Tamansari terus diperluas. Tidak hanya menyasar kalangan pelajar, program ini juga menyentuh kelompok rentan yang tergolong dalam B3, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita. Pendistribusian untuk kelompok ini mulai berjalan sejak 6 April 2026 melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamansari.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat intervensi gizi berbasis keluarga. Selain memastikan asupan gizi bagi siswa terpenuhi, MBG juga diarahkan untuk menekan risiko stunting sejak dini melalui pemenuhan gizi pada ibu dan anak.
Data yang dihimpun di lapangan menunjukkan jumlah penerima manfaat B3 di wilayah SPPG Tamansari cukup signifikan. Tercatat sebanyak 38 ibu hamil, 80 ibu menyusui, dan 157 balita menjadi sasaran dalam program tersebut. Mereka tersebar di sejumlah titik layanan yang masuk dalam cakupan wilayah Tamansari.
Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Tamansari, Savana, menjelaskan bahwa mekanisme pendistribusian untuk kelompok B3 berbeda dengan siswa. Jika siswa menerima makanan secara langsung di sekolah, maka untuk bumil, busui, dan balita disalurkan melalui kader Tim Pendamping Keluarga (TPK).
“Pendistribusian B3 kita lakukan melalui kader TPK. Mereka yang menyalurkan langsung ke penerima manfaat karena lebih mengetahui kondisi dan sebaran sasaran di masing-masing wilayah,” ujarnya.
Di wilayah SPPG Tamansari sendiri terdapat empat TPK yang aktif melakukan pendampingan. Keempat tim ini menjadi ujung tombak dalam proses distribusi sekaligus memastikan bantuan benar-benar diterima oleh sasaran yang berhak. Selain itu, mereka juga melakukan monitoring secara berkala terhadap kondisi penerima.
Savana menambahkan, peran kader TPK tidak hanya sebatas penyalur bantuan. Mereka juga dibekali tugas memberikan edukasi kepada keluarga penerima manfaat terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang berada pada masa pertumbuhan krusial.
“Selain distribusi, kader juga memberikan pemahaman kepada keluarga agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan asupan gizi. Harapannya, dampaknya bisa langsung dirasakan,” imbuhnya.
Dengan mulai beroperasinya program sejak awal April dan cakupan penerima yang cukup luas, pelaksanaan MBG di Tamansari diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Intervensi ini juga menjadi langkah strategis dalam menekan angka stunting serta memperkuat ketahanan gizi keluarga di tingkat desa.