Pengawasan Ketat Bahan Pangan, Dapur SPPG Kademangan 1 Rutin Lakukan Rapid Test
Mumbai
Foto: ahli gizi bersama staf SPPG Kademangan 1 saat melakukan rapid test bahan makanan
Ahmedabad
Bondowoso/JaringanKita. Pengawasan kualitas bahan pangan di dapur SPPG Kademangan 1 dilakukan secara ketat melalui uji cepat atau rapid test sebelum bahan diolah. Langkah ini menjadi bagian penting untuk memastikan keamanan konsumsi bagi masyarakat.
Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Kademangan 1, Firmansyah, menjelaskan bahwa setiap bahan makanan yang datang langsung diuji kandungannya. Pemeriksaan ini difokuskan pada potensi zat berbahaya yang kerap ditemukan dalam bahan pangan.
" Rapid test untuk daging kita lakukan guna memastikan apakah mengandung formalin, boraks, atau berasal dari daging tidak layak konsumsi (tiren)," ujarnya, Senin (27/4/2026).
Tidak hanya daging, sayuran juga menjadi perhatian dalam proses pengujian. Menurut Firmansyah, sayur diperiksa untuk mendeteksi kemungkinan adanya residu pestisida maupun kandungan formalin.
Seluruh pengujian dilakukan saat bahan masih dalam kondisi mentah dan segar. Hal ini bertujuan agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi asli bahan sebelum diolah.
Ia menambahkan, proses pengujian relatif cepat. Dalam waktu sekitar 15 hingga 30 menit, hasil sudah dapat diketahui apakah bahan tersebut negatif atau positif mengandung zat berbahaya.
" Sejauh ini, selama kami melakukan operasi dapur, belum pernah ditemukan bahan yang mengandung zat berbahaya," kata Firmansyah.
Proses pengujian dilakukan segera setelah bahan datang. Petugas dan ahli gizi langsung mengambil sampel dan melakukan pengecekan di dapur, sehingga tidak ada jeda waktu yang berpotensi mengganggu kualitas bahan.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, dapur SPPG Kademangan 1 dilengkapi berbagai peralatan laboratorium sederhana. Peralatan ini memungkinkan pengujian dilakukan secara mandiri dan efisien.
Beberapa alat yang digunakan antara lain pipet tetes 3 ml, batang pengaduk kaca, wadah sampel zipper klip, beaker glass 100 ml, washing bottle 250 ml, serta aquades 1000 ml.
Selain itu, tersedia pula sarung tangan, pocket scale 200 gram beserta batu timbangan, tabung reaksi, masker, hingga lampu spiritus lengkap dengan sumbu untuk mendukung proses pengujian..
Peralatan lainnya mencakup digital food thermometer, tas peralatan, penjepit kayu, rak tabung berbahan stainless steel, kertas kurkumin, gunting dan pinset stainless, serta buku panduan dan flashdisk. Seluruh peralatan tersebut merupakan bantuan langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Firmansyah menegaskan, pengujian tidak hanya dilakukan pada daging dan sayuran, tetapi juga mencakup buah-buahan.
" Tidak hanya daging dan sayuran, kita uji juga buah-buahannya, untuk rapid test sendiri kita lakukan secara berkala setiap satu minggu sekali sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas dan keamanan pangan, " Pungkasnya. (Eko)