ZoyaPatel

Layani 2.647 Porsi per Hari, SPPG Tamansari Jangkau 15 Sekolah hingga Kelompok B3

Mumbai
MENIKMATI: Sejumlah anak TK/PAUD saat mendapatkan program MBG dari SPPG Tamansari.

BONDOWOSO, Jaringan Kita – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamansari terus menunjukkan capaian signifikan. Dalam satu hari layanan, SPPG yang berlokasi di Jalan Kismangunsarkoro, Kelurahan Tamansari, mampu mendistribusikan sebanyak 2.647 paket makanan bergizi kepada pelajar, tenaga pendidik, hingga kelompok rentan.

Program yang berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari tersebut menjangkau 15 lembaga pendidikan mulai dari PAUD/TK hingga SMA. Total penerima manfaat dari kalangan siswa tercatat sebanyak 2.125 orang, ditambah 240 guru yang turut mendapatkan layanan makan bergizi.

Selain menyasar lingkungan sekolah, program MBG di SPPG Tamansari juga menjangkau kelompok B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Jumlah penerima dari kelompok ini mencapai 282 orang, terdiri dari 39 ibu hamil, 81 ibu menyusui, 154 balita, serta 8 kader pendamping.

Kepala SPPG Tamansari, Tegar Mulia Setiawan, menjelaskan bahwa pelaksanaan program dirancang menyeluruh agar seluruh kelompok sasaran mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Menurutnya, sinergi antara sekolah dan kader di lapangan menjadi kunci keberhasilan distribusi.

“Alhamdulillah, pelaksanaan MBG di SPPG Tamansari berjalan lancar. Kami melayani 2.647 paket dalam sehari yang mencakup siswa, guru, hingga kelompok B3. Semua tersalurkan sesuai sasaran,” ujarnya.

Menu yang disajikan kepada penerima manfaat juga diperhatikan dari sisi kandungan gizi. Pada pelaksanaan tersebut, paket makanan terdiri dari nasi putih, telur kuah rawon, tempe mendoan, jamur bihun, pisang, serta susu sebagai pelengkap nutrisi.

Tegar menambahkan, pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap jumlah penerima, termasuk adanya perubahan data di beberapa sekolah. Hal ini seperti terjadi di tingkat SMA, di mana terdapat pengurangan jumlah siswa karena kelulusan kelas akhir.

“Kami terus menyesuaikan data sasaran di lapangan, termasuk adanya siswa kelas 3 yang sudah lulus. Ini penting agar distribusi tetap tepat sasaran dan tidak terjadi kelebihan maupun kekurangan,” imbuhnya.

Dengan cakupan layanan yang luas dan pelaksanaan yang berjalan lancar, SPPG Tamansari diharapkan mampu menjadi salah satu model keberhasilan program MBG di daerah. Upaya ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta menekan angka stunting, khususnya di wilayah Bondowoso. 
Ahmedabad