ZoyaPatel

Relawan SPPG Kademangan 1 Terlindungi BPJS, Upaya Sederhana Menjaga Rasa Aman di Dapur

Mumbai
Foto: para relawan Dapur SPPG Kademangan 1 

BONDOWOSO/JaringanKita. Operasional SPPG Kademangan 1 sudah berjalan sejak September lalu. Aktivitas di dapur produksi berlangsung rutin, menyiapkan makanan dalam jumlah besar dengan ritme kerja yang cukup padat.

Di tengah aktivitas itu, perlindungan terhadap relawan menjadi perhatian. Meski sempat terkendala administrasi, pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan akhirnya efektif dilakukan pada November.

Sebanyak 47 relawan di SPPG Kademangan 1 kini telah terdaftar. Mereka mendapatkan perlindungan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Iuran kepesertaan dibayarkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Pembayaran dilakukan rutin setiap bulan melalui sistem virtual account, tanpa melibatkan relawan secara langsung.

Bagi para relawan, perlindungan ini bukan sekadar formalitas. Aktivitas di dapur memiliki risiko, mulai dari penggunaan alat masak hingga mobilitas yang tinggi selama proses produksi.

Sejauh ini, belum ada insiden kerja yang terjadi. Namun, kewaspadaan tetap dijaga melalui penerapan prosedur kerja yang ketat.

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) menjadi hal yang wajib. Pengelola juga terus mengingatkan agar setiap tahapan kerja mengikuti standar operasional prosedur (SOP).

Asisten lapangan SPPG Kademangan 1, Firmansyah, menyebut perlindungan BPJS menjadi bagian penting dalam menjaga rasa aman relawan saat bekerja.

" Sejak awal kami ingin relawan ini merasa aman saat bekerja. Karena itu, meskipun sempat terkendala administrasi, kami tetap upayakan semuanya bisa terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan," ujar Firmansyah, Rabu (08/04/2026). 

Menurut dia, perlindungan sosial tidak berdiri sendiri. Pengawasan di lapangan tetap menjadi kunci agar potensi risiko bisa ditekan.

" Kami juga terus memantau proses produksi. Penggunaan APD dan kepatuhan terhadap SOP itu yang paling utama untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan," katanya.

Ia berharap kondisi tanpa insiden ini bisa terus terjaga. Namun, jaminan sosial tetap diperlukan sebagai langkah antisipasi.

" Harapannya tentu tidak ada kejadian apa pun. Tapi kalaupun ada risiko, relawan sudah punya perlindungan. Itu penting supaya mereka tetap tenang saat bekerja," ucapnya.

Di dapur SPPG Kademangan 1, perlindungan dan kewaspadaan berjalan beriringan. Bukan sesuatu yang besar, tetapi cukup untuk memastikan para relawan bisa bekerja tanpa dihantui rasa cemas.(Eko)
Ahmedabad