Efisien dan Produktif, RSUD Bondowoso Catat Serapan Nyaris 100 Persen dan Siapkan Ekspansi Layanan
Mumbai
Foto: Direktur RSUD Koesnadi Bondowoso
Ahmedabad
BONDOWOSO/JaringanKita. Efisiensi pengelolaan anggaran dan produktivitas layanan menjadi sorotan dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bondowoso tahun 2026 terhadap pelaksanaan APBD tahun anggaran 2025 bersama OPD dan komisi-komisi DPRD.
Di sektor kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bondowoso dinilai mampu menunjukkan kinerja yang tidak hanya optimal dalam pelayanan, tetapi juga efektif dalam pengelolaan keuangan berbasis Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Direktur RSUD Bondowoso, Yus Priyatna, menyampaikan bahwa capaian kinerja layanan rumah sakit pada tahun 2025 berada di atas 95 persen, mencerminkan produktivitas yang terjaga di tengah tingginya kebutuhan pelayanan masyarakat.
" Untuk kinerja, alhamdulillah cukup baik, di atas 95 persen. Hampir semua indikator terpenuhi," ujar Yus dalam pembahasan bersama Komisi IV DPRD Bondowoso, Rabu (08/04/2026).
Dari sisi anggaran, efisiensi juga tercermin dari serapan yang nyaris sempurna. Skema BLUD dinilai memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan sehingga mampu mendukung optimalisasi layanan secara berkelanjutan.
" Serapan anggaran kita hampir 100 persen. Intinya semua sudah berjalan sesuai rencana," imbuhnya.
Tak hanya berhenti pada capaian, efisiensi tersebut juga berdampak pada munculnya ruang fiskal yang memberikan kontribusi nyata bagi daerah melalui sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa).
Sekretaris Komisi IV DPRD Bondowoso, Abd Majid, mengungkapkan bahwa RSUD bahkan mampu menyumbangkan sekitar Rp15 miliar ke kas daerah dari Silpa tahun 2025.
" Ini menunjukkan pengelolaan BLUD di RSUD sudah on the track. Bahkan ada kontribusi sekitar Rp15 miliar ke kas daerah," ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa efisiensi tidak mengurangi kualitas layanan, melainkan justru memperkuat peran RSUD sebagai institusi pelayanan publik sekaligus penopang keuangan daerah.
Meski demikian, DPRD mendorong agar capaian efisiensi dan produktivitas tersebut tidak membuat RSUD berpuas diri, melainkan menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas layanan ke depan.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah rencana pembangunan gedung ICU terpadu sebagai bagian dari pengembangan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi.
Yus Priyatna menjelaskan, rencana tersebut muncul setelah pihaknya melakukan studi tiru ke rumah sakit di Kediri yang telah menerapkan konsep layanan terintegrasi dalam satu kawasan.
" Dari hasil studi tiru, kami melihat RSUD Bondowoso sudah layak untuk mengembangkan gedung baru, khususnya untuk ICU," katanya.
Gedung tersebut diharapkan menjadi bagian dari transformasi layanan, di mana pasien dapat memperoleh pemeriksaan, tindakan, hingga pengobatan dalam satu lokasi tanpa harus berpindah-pindah fasilitas, sekaligus menandai langkah RSUD Bondowoso dari efisiensi menuju ekspansi layanan yang lebih komprehensif.(*)