Cahaya di Ujung Penantian: 101 Rumah di Afdeling Trate Jember Kini Terang Benderang
Mumbai
Ahmedabad
Tempurejo, (JaringanKita.Id) — Selama bertahun-tahun, warga Afdeling Trate, Kebun Kalisanen Kotta Blater, harus berdamai dengan kegelapan saat matahari terbenam. Namun, pemandangan itu resmi berubah pada Jumat (9/5/2026). Sebanyak 101 sambungan listrik baru kini menyala, mengakhiri penantian panjang masyarakat di pelosok Desa Curah Nongko, Kecamatan Tempurejo, Jember.
Langkah ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara PTPN I (Persero) Regional 5 dengan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ambulu untuk menembus tantangan geografis perkebunan yang selama ini menghambat akses infrastruktur dasar.
Lebih dari Sekadar Energi
Bagi Manajer Kebun Kalisanen Kotta Blater, Tatang Setiawan, kehadiran listrik ini bukan sekadar urusan teknis kabel dan daya, melainkan investasi sumber daya manusia.
"Kami ingin anak-anak di sini bisa belajar dengan nyaman di malam hari tanpa keterbatasan cahaya. Listrik adalah pintu bagi masyarakat untuk lebih produktif dan berkembang," ujar Tatang saat prosesi penyalaan perdana yang juga diwarnai dengan santunan bagi anak yatim dan lansia.
Secara rinci, instalasi ini mencakup:
- 97 sambungan untuk rumah warga dan karyawan.
- 4 titik untuk fasilitas umum.
Komitmen Berkelanjutan: Jalan dan Lampu Jalan Segera Menyusul
Cahaya di dalam rumah hanyalah awal. Region Head PTPN I (Persero) Regional 5, Subagiyo, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk "tumbuh bersama masyarakat."
Sebagai langkah nyata berikutnya, PTPN I Regional 5 telah menyusun agenda infrastruktur untuk tahun 2026:
- Penerangan Jalan Umum (PJU): Pemasangan 24 titik lampu jalan di area kebun pada akhir Triwulan II 2026 melalui program TJSL.
- Mitigasi Bencana: Perbaikan jalan dan saluran air sepanjang 100 meter di Dusun Kombongan, Desa Pondokrejo, untuk mengatasi masalah banjir dan longsor plengsengan yang selama ini dikeluhkan warga.
Simbol Harapan Baru
Acara penyalaan listrik yang disaksikan oleh Camat Tempurejo beserta jajaran Forkopimka ini menandai babak baru bagi Afdeling Trate. Jika dulu malam identik dengan keterbatasan, kini kerlip lampu di rumah-rumah warga menjadi simbol martabat dan kehidupan yang lebih layak di tengah kawasan perkebunan.
Kini, warga tidak hanya memiliki terang di rumah mereka, tetapi juga harapan yang lebih cerah untuk masa depan ekonomi dan pendidikan keluarga mereka. (dw)