ZoyaPatel

SPPG Pancoran Ubah Cerita Warga, Kini Punya Penghasilan Tetap.

Mumbai

Kegiatan rutin sppg pancoran, sabtu ( 16/5/2026 ) 

BONDOWOSO, (JaringanKita. Id) – Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pancoran, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, tidak hanya menghadirkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga menjadi penggerak kebangkitan ekonomi masyarakat desa.

Di bawah naungan Yayasan Rahayu Wargi Pasundan, SPPG Pancoran kini menjelma sebagai ruang pemberdayaan bagi pemuda, remaja hingga ibu rumah tangga. Program MBG yang dijalankan tidak sekadar menyediakan makanan bergizi bagi ribuan penerima manfaat, namun juga membuka lapangan pekerjaan nyata bagi warga sekitar.

Sebanyak 51 relawan terlibat aktif setiap hari dalam operasional pelayanan MBG, mulai dari persiapan bahan, pengolahan makanan, pemorsian hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah dan penerima manfaat lainnya.
Mayoritas relawan merupakan warga Desa Pancoran sendiri. Banyak di antaranya sebelumnya bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu, bahkan harus merantau keluar daerah demi mencari pekerjaan.


Kini kondisi tersebut perlahan berubah. Kehadiran SPPG Pancoran membuat para pemuda desa memiliki pekerjaan tetap, penghasilan rutin, sekaligus kesempatan untuk berkembang di kampung halaman sendiri.

Salah satu relawan, Soni Luki Asmadi atau yang akrab disapa Soni Danke, mengaku sangat merasakan dampak positif dari keberadaan SPPG Pancoran.

“Dulu sebelum ada SPPG ini kami kerjanya serabutan, kadang harus keluar kota dan tidak setiap hari ada pekerjaan. Sekarang alhamdulillah kami punya aktivitas yang jelas dan bisa tetap bekerja di desa sendiri,” ujar  aktivis Desa sekaligus mantan Ketua Karang Taruna Desa Pancoran tersebut saat ditemui di dapur pelayanan MBG, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, Program MBG telah membawa semangat baru bagi masyarakat desa, khususnya generasi muda.

“MBG bukan sekadar makan gratis, tapi juga membawa senyum dan harapan baru bagi anak-anak di Desa Pancoran. Kami bersyukur program ini hadir karena manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Owner SPPG Pancoran, Ali Hasan Mun’in atau yang akrab disapa AHM, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme warga yang begitu besar dalam mendukung program tersebut.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan semangat luar biasa dari warga Pancoran. Kehadiran masyarakat yang ikut menjadi bagian dari SPPG ini membuat kami semakin bersemangat untuk terus memberikan pelayanan terbaik melalui Program MBG demi menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas,” ujarnya.

AHM juga mengaku bangga melihat semangat para relawan yang bekerja setiap hari di dapur pelayanan MBG.

“Yang paling membuat saya terharu adalah semangat relawan di dapur SPPG Pancoran. Mereka bekerja dengan penuh kekompakan, keikhlasan, dan rasa tanggung jawab. Dari pagi mereka sudah sibuk menyiapkan makanan terbaik untuk anak-anak. Semangat inilah yang membuat SPPG Pancoran terus hidup dan berkembang,” tambahnya.

Dalam sehari, SPPG Pancoran melayani sebanyak 2.503 paket makanan bergizi yang disalurkan ke 21 lembaga pendidikan mulai tingkat PAUD hingga SMA.

Jumlah penerima manfaat terdiri dari 1.696 siswa, 251 tenaga pendidik, serta 358 penerima kelompok B3 yang meliputi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Kami melayani 2.503 paket makanan setiap hari yang mencakup siswa, guru hingga kelompok B3, dan alhamdulillah seluruhnya tersalurkan dengan baik sesuai sasaran,” jelasnya.

Selain membantu pemenuhan gizi masyarakat, keberadaan SPPG Pancoran juga dinilai mampu menekan angka perantauan tenaga kerja muda. Para relawan memperoleh upah rata-rata Rp100 ribu per hari yang dibayarkan setiap dua minggu sekali dengan nominal sekitar Rp1,2 juta per orang.

Kini, SPPG Pancoran tidak hanya menjadi pusat pelayanan gizi masyarakat, tetapi juga simbol tumbuhnya ekonomi desa berbasis pemberdayaan lokal.

Program MBG membuktikan bahwa pelayanan sosial yang dikelola bersama masyarakat mampu menciptakan lapangan pekerjaan nyata sekaligus menjaga generasi muda tetap produktif di daerahnya sendiri.(*) 

Ahmedabad