ZoyaPatel

Anti Ribet Dan Gak Antre Lama! SMKN 3 Bondowoso Hadirkan Layanan Pengambilan PIN SPMB Super Nyaman Hingga 9 Juni

Mumbai


PENDIDIKAN - Pelaksanaan rangkaian Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA/SMK serentak di Jawa Timur, SMKN 3 Bondowoso membuat gebrakan baru untuk memanjakan para calon wali murid dan siswa barunya. Sekolah yang menjadi kiblat teknologi dan memiliki plakat SMK Pusat Keunggulan ini memastikan layanan pengambilan PIN (Personal Identification Number) yang super nyaman, cepat, dan bebas dari drama antrean panjang.

Seperti diketahui, pada tahun 2026 ini, Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan (Dindik) menyiapkan kuota sebanyak 1.495.200 PIN untuk proses SPMB SMK/SMA Negeri tahun ini hingga 9 Juni 2026, sedangkan verifikasi data ditutup pada 10 Juni 2026.

Kepala SMKN 3 Bondowoso Daris Wibisono Setiawan menegaskan bahwa langkah inovatif ini diambil untuk mengubah stigma bahwa proses administrasi pendaftaran sekolah selalu identik dengan berdesak-desakan dan membuang banyak waktu, maka kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama.

"Kesan pertama tentunya menggoda, manajemen alur yang rapi, penambahan jumlah operator maka proses pengambilan PIN kini hanya cukup satu menit saja" ujarnya ketika memantau langsung, Kamis (05/06/2026).

Pantauan di lapangan, jika biasanya para pendaftar harus berdiri berjam-jam sejak pagi buta, pemandangan berbeda justru terlihat di SMKN 3 Bondowoso. Pihak sekolah telah mendesain alur pelayanan yang sangat terstruktur, mulai dari meja registrasi awal, verifikasi berkas, hingga pencetakan PIN.

Ketua panitia SPMB SMKN 3 Bondowoso Mareta menegaskan bahwa sekolahnya tidak hanya mengandalkan kecepatan sistem, namun juga menyulap ruang tunggu menjadi area yang sangat kondusif. Dilengkapi dengan fasilitas pendingin ruangan (AC), tempat duduk yang representatif, serta keramahan para panitia yang siap mengarahkan, membuat para wali murid merasa sangat dihargai.

"Sejak awal, arahan dari Kepala Sekolah sangat jelas, berikan pelayanan yang membahagiakan masyarakat, maka tim panitia juga melakukan simulasi alur” ujar Mareta senang.

Sistem pengambilan PIN yang diterapkan SMKN 3 Bondowoso ini langsung mendapat banjir pujian dari masyarakat. Salah satu wali murid asal Kecamatan Wringin, Hairul Arifin yang ingin mendaftarkan anaknya jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), mengaku sempat khawatir akan menghabiskan waktu seharian untuk mengurus PIN anaknya.

"Anti ribet dan gak antri lama, datang, ambil nomor, duduk sebentar di ruangan yang adem, dipanggil, langsung selesai PIN tercetak" ungkap Hairul dengan wajah puas dan bahagia. (*)
Ahmedabad