Menu MBG Tak Monoton, SPPG Kademangan 1 Kombinasikan Kentang Dan Produk UMKM
Mumbai
Foto: Menu MBG di SPPG Kademangan 1 yang kaya akan variasi dan gizi
Ahmedabad
Bondowoso/JaringanKita. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kademangan 1 terus berupaya menghadirkan variasi menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para penerima manfaat. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah menyajikan kentang sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi pada menu hari Jumat.
Langkah tersebut tidak hanya bertujuan menghindari kejenuhan menu, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap sektor pertanian, khususnya petani kentang yang membutuhkan pasar yang stabil untuk hasil produksinya.
Ahli Gizi SPPG Kademangan 1, Ella Dwi Yulianti, mengatakan bahwa pemilihan kentang dilakukan setelah mempertimbangkan aspek gizi, variasi pangan, dan kondisi pembelajaran di sekolah.
" Pemilihan kentang sebagai sumber karbohidrat di hari Jumat merupakan upaya kami untuk memberikan variasi menu MBG yang juga dengan harapan dapat membantu petani kentang dalam peningkatan produksi," ujar Ella saat di konfirmasi, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, penggunaan bahan pangan lokal menjadi salah satu strategi untuk mendukung program pemerintah sekaligus memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat sekitar.
Selain itu, pemilihan hari Jumat sebagai jadwal penyajian menu kentang juga disesuaikan dengan aktivitas belajar peserta didik yang relatif lebih singkat dibandingkan hari lainnya.
" Pemilihan hari untuk menu kentang di hari Jumat karena jam belajar sekolah di hari Jumat lebih pendek dibandingkan hari biasanya sehingga kami rasa lebih cocok diberikan di hari Jumat," katanya.
Dari sisi kandungan gizi, menu berbahan dasar kentang tetap dirancang agar memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi penerima manfaat sesuai kelompok usia masing-masing.
Untuk porsi kecil, menu tersebut mengandung energi sebesar 461,3 kilokalori, protein 21,6 gram, lemak 22,1 gram, karbohidrat 48 gram, dan serat 3,8 gram.
Sementara untuk porsi besar, kandungan gizinya mencapai 531,6 kilokalori, protein 23,7 gram, lemak 26,3 gram, karbohidrat 54,7 gram, serta serat 4,1 gram.
Ella menegaskan bahwa penggunaan sumber karbohidrat selain nasi tidak dilakukan secara tetap setiap pekan. Penyusunan menu dilakukan secara fleksibel dengan mempertimbangkan keberagaman pangan dan keterlibatan pelaku usaha lokal.
" Tidak selalu kentang setiap hari Jumat. Kami juga berupaya menjaga keberlangsungan UMKM roti dengan menghadirkan menu burger pada kesempatan tertentu," ungkapnya.
Ia menambahkan, apabila sumber karbohidrat tetap menggunakan nasi, variasi akan dilakukan pada jenis lauk maupun pelengkap menu agar peserta didik tetap mendapatkan pengalaman konsumsi yang beragam dan menarik.
" Kami berusaha menjaga keseimbangan antara pemenuhan gizi, variasi menu, dan pemberdayaan pelaku usaha maupun petani lokal. Karena itu, komposisi menu akan terus disesuaikan agar manfaat program MBG dapat dirasakan lebih luas," pungkasnya. (Eko)
Tags:
variasi menu mbg