ZoyaPatel

SPPG Badean 2 Bondowoso Sterilkan 2.500 Ompreng per Hari demi Jaga Higienitas Program MBG

Mumbai
Foto: Relawan SPPG Bondowoso Badean 2 membersihkan ompreng guna menjamin higienitas dalam program MBG, Senin (8/6/2026). (SPPG Bondowoso Badean 2)


Bondowoso, (JaringanKita.Id) – Standar kebersihan perlengkapan makan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bondowoso Badean 2 diterapkan secara ketat demi mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala SPPG Bondowoso Badean 2, Yulia Linda Lestari mengatakan, kebersihan ompreng menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan kesehatan para penerima manfaat.

“Kalau makanannya sudah higienis tetapi omprengnya tidak higienis, tentu akan percuma. Karena itu kami benar-benar menjaga kebersihan ompreng sesuai SOP yang ada,” kata Yulia.

Dalam sehari, tim SPPG Badean 2 mencuci dan mensterilkan sekitar 2.500 ompreng yang digunakan untuk distribusi makanan MBG.

Proses pencuciannya pun dilakukan bertahap dan detail. Sisa makanan terlebih dahulu dipisahkan berdasarkan jenisnya, mulai karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur hingga buah.

Setelah itu, ompreng direndam menggunakan air sabun untuk menghilangkan noda membandel sebelum dicuci kembali menggunakan sabun.

“Setelah dicuci, ompreng masuk pembilasan empat kali menggunakan air suhu normal. Pembilasan kelima menggunakan air panas supaya steril, lalu masuk oven pengering sebelum disimpan di ruang ompreng,” ujarnya.

Untuk mendukung proses sterilisasi, SPPG Badean 2 menggunakan water heater guna menghasilkan air panas yang berfungsi membunuh kuman dan bakteri. Sedangkan oven ompreng dipakai untuk mengeringkan perlengkapan makan setelah dicuci.

Meski proses pencucian hanya dilakukan satu kali setiap hari, pengawasan terhadap petugas dilakukan secara ketat. Di ruang pencucian dipasang CCTV yang aktif selama 24 jam dan dipantau oleh staf yang bertugas.

“Tim ompreng juga sudah dibekali pelatihan tentang cara mencuci ompreng sesuai SOP serta dampaknya apabila pencucian tidak sesuai standar,” jelasnya.

Menurut Yulia, tantangan terbesar dalam menjaga higienitas perlengkapan makan adalah ukuran alat masak yang besar serta bentuk ompreng yang memiliki banyak sekat sehingga membutuhkan ketelitian ekstra saat dibersihkan.

Apabila ditemukan ompreng yang kurang steril atau tidak layak pakai, petugas langsung melakukan pencucian ulang dan ompreng tersebut tidak digunakan dalam proses pemorsian makanan.

Foto: Relawan SPPG Bondowoso Badean 2 membersihkan ompreng guna menjamin higienitas dalam program MBG, Senin (8/6/2026). (SPPG Bondowoso Badean 2)

Ia menegaskan, kebersihan ompreng sangat penting karena perlengkapan makan juga menjalani uji usap alat oleh pihak puskesmas. Jika ditemukan bakteri, maka SPPG tidak dapat memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Selain pengawasan internal harian, evaluasi kebersihan juga dilakukan secara rutin untuk memastikan seluruh area SPPG tetap bersih setelah proses produksi berlangsung.

Yulia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kebersihan perlengkapan makan dalam program MBG karena seluruh aktivitas di SPPG telah memiliki SOP yang wajib dijalankan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena semua aktivitas di SPPG ada SOP-nya, termasuk pencucian ompreng. Kami berkomitmen selalu menerapkan SOP yang telah ada,” tegasnya.

Ia berharap program MBG di Bondowoso dapat terus berjalan lancar dengan menu makanan yang semakin bervariasi agar benar-benar dinikmati para siswa dan penerima manfaat lainnya. (dw)
Ahmedabad