Libur Panjang Tetap Aman, Satpam SPPG Bondowoso Badean 2 Lakukan Patroli Rutin
Mumbai
Foto: Aditya Aidhil Rifki saat bertugas mengamankan SPPG Bondowoso Badean 2, termasuk saat libur panjang. (Dok. SPPG Bondowoso Badean 2)
Ahmedabad
Bondowoso (JaringanKita.Id) – Saat sebagian masyarakat menikmati libur panjang bersama keluarga, petugas keamanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bondowoso Badean 2 tetap menjalankan tugas pengamanan selama 24 jam penuh tanpa jeda.
Salah satu satpam SPPG Bondowoso Badean 2, Aditya Aidhil Rifki, mengatakan bahwa masa libur panjang justru menjadi periode yang membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi karena aktivitas lingkungan yang cenderung sepi.
“Di saat libur panjang, situasi lebih lengang. Justru di kondisi seperti ini kami harus lebih waspada karena risiko gangguan keamanan bisa meningkat,” ujarnya.
Menurut Aditya, sistem pengamanan di SPPG tetap berjalan normal dengan pembagian tiga shift selama 24 jam. Petugas melakukan patroli rutin setiap satu hingga dua jam untuk memastikan seluruh area dalam kondisi aman.
Patroli dilakukan dengan menyisir titik-titik rawan seperti instalasi gas, panel listrik, dan area minim penerangan. Selain itu, petugas juga memastikan akses keluar-masuk tetap terkontrol ketat dengan pemeriksaan setiap orang maupun kendaraan yang masuk.
Foto: Aditya Aidhil Rifki saat bertugas mengamankan SPPG Bondowoso Badean 2, termasuk saat libur panjang. (Dok. SPPG Bondowoso Badean 2)
Laporan situasi keamanan juga tetap dilakukan secara berkala kepada Kepala SPPG setiap tiga jam melalui aplikasi pesan singkat sebagai bentuk koordinasi selama masa libur panjang.
Aditya menegaskan, risiko yang paling diantisipasi selama periode libur panjang adalah potensi kebocoran gas, kebakaran, pencurian, hingga gangguan keamanan lain yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Dalam kondisi darurat, petugas keamanan akan segera mengambil langkah awal di lapangan sebelum melaporkan kejadian kepada Kepala SPPG untuk diteruskan ke pihak kepolisian.
Ia juga menjelaskan bahwa dirinya dan rekan-rekan telah memiliki sertifikasi Gada Pratama yang diperoleh melalui pelatihan resmi.
Sertifikasi tersebut membekali petugas dengan berbagai kemampuan dasar keamanan, mulai dari penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), bela diri Polri, peraturan baris-berbaris (PBB), komunikasi, penanganan konflik, hingga pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
“Dengan sertifikasi ini kami tidak hanya menjaga, tetapi juga memahami SOP dan siap menghadapi situasi darurat secara profesional,” katanya.
Meski harus bertugas saat masyarakat menikmati libur panjang, Aditya mengaku tetap menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan kedisiplinan.
“Tentu ada rasa ingin berkumpul dengan keluarga, tapi tugas tetap harus dijalankan. Kami harus tetap siaga karena kelalaian sedikit saja bisa berdampak besar,” ujarnya.
Ia berharap profesi satpam semakin dihargai serta seluruh petugas keamanan di Indonesia dapat memiliki sertifikasi resmi agar kualitas pengamanan semakin meningkat dan profesional.
“Satpam adalah garda terdepan dalam keamanan. Sebelum aparat lain datang, kami yang pertama berada di lokasi untuk menangani situasi,” pungkasnya. (dw)
Tags:
human interest