Ribuan Ompreng Dicuci Ketat, SPPG Tamansari Wajibkan Jaga Standar Higienitas MBG, Kesehatan Penerima Manfaat Jadi Prioritas
Mumbai
Ahmedabad
BONDOWOSO, Jaringan Kita – Standar kebersihan perlengkapan makan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamansari diterapkan secara ketat demi mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setiap hari, ribuan ompreng dipastikan steril sebelum digunakan untuk distribusi makanan.
Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Tamansari, Savana menyebut , kebersihan ompreng menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan kesehatan para penerima manfaat. Jika perlengkapan makan tidak higienis, kualitas makanan yang sudah baik bisa menjadi sia-sia.
“Kalau makanannya sudah higienis tetapi omprengnya tidak higienis, tentu akan percuma. Karena itu kami benar-benar menjaga kebersihan ompreng sesuai SOP yang ada,” ujarnya.
Dalam sehari, tim SPPG Tamansari menangani sekitar 2.336 ompreng. Seluruh perlengkapan makan tersebut dicuci dan disterilkan melalui proses bertahap yang cukup ketat.
Tahap awal dimulai dengan memisahkan sisa makanan berdasarkan jenisnya, mulai dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur hingga buah. Setelah itu, ompreng direndam menggunakan air sabun untuk menghilangkan sisa noda sebelum masuk tahap pencucian utama.
Proses berikutnya adalah pembilasan berulang. Ompreng dibilas empat kali menggunakan air suhu normal, kemudian dilanjutkan pembilasan kelima dengan air panas guna memastikan kuman dan bakteri mati.
Setelah bersih, ompreng dimasukkan ke dalam oven pengering sebelum disimpan di ruang khusus. Untuk mendukung sterilisasi, SPPG Tamansari memanfaatkan water heater sebagai sumber air panas dalam proses pencucian.
Pengawasan terhadap proses ini juga dilakukan secara ketat. Area pencucian dilengkapi CCTV yang aktif selama 24 jam dan dipantau oleh petugas guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar.
Selain itu, seluruh tim ompreng telah mendapatkan pelatihan khusus terkait prosedur pencucian yang benar serta risiko yang ditimbulkan jika tidak sesuai SOP.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam menjaga higienitas terletak pada ukuran peralatan yang besar serta desain ompreng yang memiliki banyak sekat, sehingga membutuhkan ketelitian ekstra saat dibersihkan.
Jika ditemukan ompreng yang tidak layak pakai atau kurang steril, petugas langsung melakukan pencucian ulang dan tidak digunakan dalam proses pemorsian makanan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh makanan yang didistribusikan tetap aman dan sehat bagi penerima manfaat.