ZoyaPatel

Santri Putri Sukorejo Semarakkan Tahun Baru Islam 1448 H, Nyai Djuwairiyah Ajak Kenali Bulan Hijriah

Mumbai
Situbondo, (JaringanKita.Id) – Ribuan santri putri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo memadati Halaman Ma'had Putri dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Selasa (16/6/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri para nyai, ahlul bait, jajaran pengurus pesantren, umana ma'had, serta santri putri dari asrama pusat maupun cabang.

Peringatan tahun baru Islam tersebut menjadi momentum refleksi keagamaan sekaligus penguatan pemahaman santri terhadap nilai-nilai Islam yang terkandung dalam kalender Hijriah. Berbagai rangkaian acara digelar mulai dari mauizah hasanah hingga penyerahan hadiah perlombaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Nyai Hj. Djuwairiyah Fawaid, M.Pd.I., Ph.D., Nyai Hj. Nur Sari As'adiyah, M.Pd., Nyai Hj. Mahsusi Zakiya, S.Ag., dan Nyai Hj. Afwah Maqbullah, S.Pd.I. Kehadiran para pengasuh pesantren tersebut disambut antusias oleh para santri yang memadati lokasi acara.

Dalam sambutannya, Nyai Djuwairiyah Fawaid menyampaikan bahwa Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT dan memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam. Karena itu, ia mengajak para santri untuk menjadikan momentum tahun baru Islam sebagai sarana meningkatkan kualitas ibadah.

Menurutnya, Muharram tidak dapat dipisahkan dari dua bulan sebelumnya, yakni Dzulqa'dah dan Dzulhijjah. Ketiga bulan tersebut termasuk bulan-bulan yang dimuliakan sehingga berbagai amal saleh yang dilakukan akan mendapatkan pahala berlipat ganda.

"Beruntunglah yang berpuasa di bulan Dzulqa'dah, ditingkatkan lagi pada Dzulhijjah dan ditingkatkan lagi pada Muharram. Setelah itu kita tidak akan bertemu lagi dengan bulan tersebut hingga tahun berikutnya dan harus menunggu beberapa bulan lagi untuk bertemu Rajab," ujarnya.

Selain mengingatkan keutamaan Muharram, Nyai Djuwairiyah juga menekankan pentingnya umat Islam mengenal kalender Hijriah. Ia menilai banyak umat Islam yang lebih hafal kalender masehi dibandingkan kalender yang menjadi pedoman berbagai ibadah dalam Islam.

Menurutnya, umat Islam perlu memahami bahwa banyak ketentuan syariat menggunakan kalender Hijriah, mulai dari penentuan ibadah puasa, zakat, hingga momentum-momentum penting keagamaan. Bahkan, perhitungan usia manusia dalam perspektif Islam juga menggunakan kalender Hijriah.

"Allah menghisab manusia bukan dengan kalender masehi, melainkan kalender Hijriah. Karena itu kita harus lebih mengenal bulan-bulan Hijriah dibandingkan bulan masehi," kata Nyai Djuwairiyah di hadapan ribuan santri.

Untuk memperkuat pemahaman tersebut, Nyai Djuwairiyah mengajak para santri menghafalkan urutan bulan Hijriah mulai dari Muharram, Shafar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya'ban, Ramadhan, Syawal, Dzulqa'dah hingga Dzulhijjah. Para santri pun mengikuti dengan penuh semangat.

Suasana semakin hidup ketika para santri diajak menghafalkan nama-nama bulan Hijriah dalam bahasa Madura, yakni Sora, Sappar, Molod, Rasol, Dilawwal, Dilakhir, Rejjeb, Rebbe, Pasah, Sabel, Takepek, dan Tacellet. Momen tersebut disambut senyum hangat dari Nyai Djuwairiyah dan para pengurus pesantren.

Selain mendengarkan tausiyah, para santri juga mendapatkan motivasi keagamaan melalui mauizah hasanah yang disampaikan oleh Ust. Afif Sabil, M.Pd. dan Dr. Maskuri, M.Pd.I. Keduanya mengajak santri menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik.

Pada akhir kegiatan, panitia menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba Kirab Munfarijah dan Master Chef Santri. Juara Kirab Munfarijah diraih SMA Ibrahimy 2 Sukorejo, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy, dan Madrasah I'dadiyah Salafiyah Syafi'iyah. Sementara juara Master Chef Santri diraih Asrama Cabang Nurul Ikhsan, Asrama Cabang Ma'hadul Qur'an, dan Daerah Imaroh As-Shofwah. Kegiatan ini menjadi penutup semarak peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di lingkungan Ma'had Putri Sukorejo.
Ahmedabad