ZoyaPatel

SMKN 1 Sumberwringin Bondowoso Gelar Battle Sound Mini Competition di Classmeeting Pasca ASAT

Mumbai


BONDOWOSO – Setelah menyelesaikan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT), SMKN 1 Sumberwringin Kabupaten Bondowoso mengisi Classmeeting dengan rangkaian kegiatan berbasis kearifan lokal. Diawali lomba tradisional _Gobak Sodor_ untuk menumbuhkan sportivitas dan kerja sama, kemudian dilanjutkan _Battle Sound Mini Competition_ sebagai wadah penyaluran hobi sekaligus penguatan kompetensi bidang audio dan sound system menjelang liburan sekolah. Semua kegiatan ini dirancang untuk memfasilitasi _voice_ atau suara siswa dalam menyalurkan minat, _choice_ atau pilihan kegiatan sesuai passion, serta _ownership_ atau rasa tanggung jawab karena siswa terlibat langsung dari perencanaan hingga eksekusi. [Kamis, 11 Juni 2026]


Sebanyak 5 tim perwakilan kelas turut ambil bagian dalam kompetisi ini. Mereka adalah _Rehan Audio dari X ATPH, Malboro Audio dari X DKV, FH Pro Audio dari XI ATPH, Perintis Audio dari XI DKV A, dan Surya Dinata Audio dari XI DKV B_. Melalui format battle, para siswa diuji kemampuan teknis, kreativitas konsep, kolaborasi tim, serta mental bertanding yang sehat.


Penilaian kompetisi dilakukan oleh 3 dewan juri untuk menjamin objektivitas. Dari internal sekolah hadir _Iwan Purwanto, S.P_ dan _Abdussalam, S.Pd_. Sementara dari eksternal, sekolah menghadirkan praktisi soundsystem profesional, _Dany Malik_. Ketiganya menilai langsung dari sisi kualitas suara, kerapian instalasi, kreativitas konsep, hingga kekompakan tim saat battle berlangsung.


Koordinator kegiatan, _Abdussalam, S.Pd_, menjelaskan Classmeeting pasca ASAT sengaja diisi kegiatan produktif. “Setelah siswa fokus ujian, kami beri ruang untuk menyalurkan energi positif lewat hobi. Dari merakit sound, mereka belajar instalasi kelistrikan, akustik ruangan, manajemen panggung, sampai etika kerja tim. Semua itu praktik langsung, bukan hanya teori di buku,” ujarnya.


Kepala SMKN 1 Sumberwringin, _Sugiono, M.Pd_, menegaskan kegiatan ini menjawab kebutuhan keterampilan abad 21. “Di SMKN 1 Sumberwringin kemampuan kolaborasi, kreativitas, komunikasi, berpikir kritis atau 4C itu nyata. Bukan hanya ada di buku. Lewat battle ini siswa belajar menyelesaikan konflik tim, membuat konsep kreatif, komunikasi dengan juri, dan berpikir cepat saat ada kendala teknis,” ujarnya.


Lebih lanjut, Sugiono menyampaikan pesan strategis menjelang penerimaan siswa baru. “Classmeeting seperti ini mengangkat kreativitas siswa agar mereka bangga dengan kemampuan yang dimiliki. Sekaligus menjadi cara kami menggarap penyerapan murid baru. Kami ingin calon siswa dan orang tua tahu, SMKN 1 Sumberwringin adalah rumah kedua untuk menumbuhkan bakat. Di sini anak-anak dicintai karena passion-nya dihargai,” pesan Sugiono.


Dengan agenda rutin setiap Classmeeting, SMKN 1 Sumberwringin berharap lulusannya tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki portofolio, soft skill, dan rasa bangga terhadap almamater yang kuat. (Danny Damara)

Ahmedabad