ZoyaPatel

SPPG Kademangan 1 Terapkan Menu Telur Tiga Kali Sepekan, Dukung Arahan BGN Dan Peternak Lokal

Mumbai
Foto: Telur Ayam yang dikirim oleh suplayer ke dapur SPPG Kademangan 1

Bondowoso/JaringanKita. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kademangan 1 menerapkan penggunaan menu telur sebanyak tiga kali dalam sepekan sebagai bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Badan Gizi Nasional (BGN) yang mendorong setiap SPPG menggunakan menu telur tiga kali dalam seminggu guna memperkuat pemenuhan gizi sekaligus mendukung ekosistem peternakan telur nasional.

Pada pekan ini, menu telur disajikan kepada para penerima manfaat pada hari Senin, Rabu, dan Jumat.

Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Kademangan 1, Firmansyah, mengatakan pihaknya telah menjalankan arahan tersebut sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Dalam minggu ini kami sesuai arahan menggunakan telur sebagai menu sebanyak tiga kali dalam seminggu, yakni hari Senin, Rabu, dan Jumat,” kata Firmansyah, Sabtu (13/6/2026). 

Menurut dia, penggunaan telur secara rutin diharapkan mampu meningkatkan asupan protein hewani bagi para penerima manfaat MBG yang sebagian besar merupakan pelajar.

Selain memenuhi kebutuhan gizi, kebijakan tersebut juga sejalan dengan upaya BGN dalam memperkuat rantai pasok pangan lokal melalui keterlibatan peternak dan koperasi telur di daerah.

Firmansyah menjelaskan, kebutuhan telur yang digunakan setiap kali penyajian menu cukup besar mengingat jumlah penerima manfaat yang dilayani mencapai lebih dari seribu orang.

" Dalam satu hari kami menghabiskan sekitar 10 krat telur sesuai jumlah porsi yang disiapkan. Rata-rata penerima manfaat yang kami layani sebanyak 1.567 orang," ujarnya.

Untuk menjaga variasi menu, SPPG Kademangan 1 menyajikan olahan telur dengan bentuk yang berbeda pada setiap jadwal penyajian.

Pada hari Senin, telur disajikan dalam bentuk telur bulat goreng yang dipadukan dengan lauk dan sayur sesuai standar menu MBG.

Sementara pada hari Rabu, penerima manfaat mendapatkan menu telur puyuh asam manis yang dirancang untuk memberikan variasi rasa sehingga menu tidak monoton.

Adapun pada hari Jumat, telur diolah menjadi semur telur yang menjadi salah satu sumber protein hewani dalam paket makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat.

Firmansyah mengatakan variasi menu dilakukan agar peserta didik tetap antusias menerima makanan yang disediakan sekaligus memperoleh manfaat gizi secara optimal.

" Kami berupaya menghadirkan variasi olahan telur agar penerima manfaat tidak bosan. Yang terpenting kebutuhan protein tetap terpenuhi dan program MBG dapat berjalan sesuai tujuan," pungkasnya.

Selain mengoptimalkan penggunaan telur, BGN juga mendorong SPPG untuk memperluas jaringan pemasok serta memprioritaskan penyerapan telur dari koperasi dan peternak lokal. 

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas harga telur, memperkuat ekonomi masyarakat, dan memastikan ketersediaan bahan baku bagi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis secara berkelanjutan.(Eko) 
Ahmedabad