SPPG Grujugan Kidul 02 Bangun IPAL Sesuai Standar BGN, Limbah Dapur MBG Diolah Ramah Lingkungan
Mumbai
Ahmedabad
Foto: Jaringan IPAL SPPG Grujugan Kidul 02
JARINGAN KITA/BONDOWOSO. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG Grujugan Kidul 02 kini mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dibangun sesuai Standar Badan Gizi Nasional BGN.
Langkah ini untuk memastikan limbah cair dari dapur Program Makan Bergizi Gratis MBG SPPG Grujugan Kidul 02 tidak mencemari lingkungan.
Mitra SPPG Grujugan Kidul 02, Setyo Budi menjelaskan, IPAL SPPG dirancang sesuai 3 prinsip BGN yakni Pengolahan Bertahap, Pemantauan Rutin, dan Pembuangan Aman.
Prosesnya dimulai dari bak grease trap untuk memisahkan minyak/lemak sisa masak, lalu masuk bak pengendapan lumpur, bak aerasi, hingga bak filtrasi akhir.
"Air keluaran IPAL wajib memenuhi baku mutu Kepmen LH No.68/2016 sebelum dibuang ke saluran umum," ujar Setyo Budi saat di temui awak media, Jumat (19/6/2026).
Hal ini juga ditegaskan oleh Kepala SPPG Grujugan Kidul 02, Rizqi Fitri Rafika Masriah, menurutnya dengan kapasitas m³/hari, IPAL ini mampu menampung limbah dari dapur yang memproduksi porsi MBG per hari.
"Lumpur hasil endapan diolah jadi kompos untuk kebun gizi SPPG, sementara air olahan dimanfaatkan untuk menyiram tanaman," kata Rizqi.
Ia juga mengatakan IPAL ini bukti SPPG Grujugan Kidul 02 tidak hanya urus gizi, tapi juga jaga kebersihan lingkungan. Ini sejalan dengan arahan BGN soal SPPG berkelanjutan," kata wanita yang akrab disapa Riris ini.
Seperti diketahui, Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan seluruh SPPG memiliki IPAL sebagai syarat operasional. Pemantauan kualitas air limbah dilakukan secara berkala dan dilaporkan ke dinas terkait. (budhi)
Tags:
IPAL SPPG Grujugan