ZoyaPatel

Disparbudpora Bondowoso Bidik PAD Lebih Optimal, Digitalisasi Tiket Wisata Jadi Prioritas

Mumbai
Bondowoso, (JaringanKita.Id) – Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso mulai menggenjot strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi sistem pembayaran di sektor pariwisata. Langkah tersebut dinilai menjadi solusi untuk memperkuat transparansi pengelolaan pendapatan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Kepala Disparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan, mengatakan optimalisasi pembayaran digital menjadi salah satu fokus yang dibahas dalam rapat koordinasi bersama Komisi III DPRD Bondowoso, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, penggunaan QRIS dan Electronic Data Capture (EDC) di destinasi wisata akan terus diperluas agar seluruh transaksi tercatat secara elektronik sehingga memudahkan proses pelaporan sekaligus mengurangi potensi kebocoran penerimaan.

"Penggunaan QRIS dan EDC terus kami dorong. Harapannya transaksi non-tunai semakin meningkat sehingga pengelolaan pendapatan menjadi lebih akuntabel," ujarnya.

Meski demikian, Gede mengakui tingkat penggunaan transaksi digital di destinasi wisata Bondowoso masih relatif rendah. Hingga saat ini, pembayaran non-tunai masih berada di bawah 20 persen sehingga diperlukan edukasi yang lebih masif kepada masyarakat dan wisatawan.

Sebagai upaya percepatan, Disparbudpora menggandeng Bank Jatim untuk mendorong budaya transaksi digital melalui pemberian insentif atau hadiah bagi pengunjung yang memanfaatkan sistem pembayaran cashless.

"Kami berkoordinasi dengan Bank Jatim agar ada reward bagi pengunjung yang menggunakan pembayaran digital sehingga masyarakat semakin terbiasa bertransaksi secara non-tunai," katanya.

Selain membahas peningkatan PAD, Disparbudpora juga melaporkan realisasi anggaran tahun 2025 yang mencapai sekitar 93,7 persen. Sisa anggaran yang belum terserap didominasi belanja pegawai akibat masih adanya sejumlah jabatan yang belum terisi.

Menurut Gede, kondisi fiskal yang lebih terbatas pada tahun 2026 menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pihaknya akan mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki sektor pariwisata agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah.

"Yang menjadi perhatian kami adalah memastikan seluruh program tetap berjalan efektif meski anggaran terbatas. Di sisi lain, peningkatan PAD akan terus kami dorong melalui tata kelola yang lebih modern, transparan, dan berbasis digital," pungkasnya.
Ahmedabad