MBG SPPG Tamansari Bantu Siswa Tanpa Sarapan, Bahkan Jadi Bekal Makan Siang
Mumbai
Ahmedabad
BONDOWOSO, Jaringan Kita - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamansari memberikan dampak nyata bagi siswa sekolah dasar di wilayah Kecamatan Bondowoso.
Kehadiran program ini menjadi solusi bagi anak-anak yang kerap berangkat ke sekolah tanpa sarapan, terutama di lingkungan dengan keterbatasan waktu dan kondisi ekonomi keluarga.
Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Tamansari, Savana, mengatakan pelaksanaan MBG tidak hanya berfokus pada distribusi makanan, tetapi juga memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh siswa. Menurutnya, banyak anak yang langsung menyantap makanan di sekolah karena sebelumnya belum sarapan dari rumah.
“Program ini sangat membantu anak-anak, khususnya yang orang tuanya berangkat bekerja sejak pagi sehingga tidak sempat menyiapkan sarapan. Jadi begitu menerima MBG, mereka bisa langsung makan di sekolah,” ujarnya.
Savana menjelaskan, pola konsumsi siswa cukup beragam. Sebagian besar langsung menghabiskan makanan di sekolah, sementara lainnya memilih membawa pulang karena sudah sarapan atau belum terbiasa makan dua kali dalam waktu berdekatan.
Meski demikian, terdapat kebiasaan yang dinilai cukup menyentuh. Sejumlah siswa memilih mengonsumsi sebagian makanan di sekolah, kemudian menyimpan sisanya untuk dibawa pulang sebagai makan siang.
“Ini yang paling terasa dampaknya. Ada anak yang makan sebagian di sekolah, lalu sisanya dibawa pulang untuk makan siang. Artinya, program ini tidak hanya membantu saat di sekolah, tetapi juga untuk kebutuhan makan di rumah,” jelasnya.
Menurut Savana, kondisi tersebut menunjukkan bahwa MBG berperan penting dalam menjaga asupan gizi anak sekaligus membantu meringankan beban keluarga. Terlebih bagi orang tua yang memiliki keterbatasan waktu maupun ekonomi.
Ia menambahkan, SPPG Tamansari akan terus berupaya menjaga kualitas dan keberlanjutan program agar manfaatnya bisa dirasakan secara merata oleh siswa di berbagai wilayah.
“Harapannya program ini bisa terus berjalan dan menjangkau lebih banyak anak. Karena dampaknya benar-benar nyata, baik dari sisi pemenuhan gizi maupun membantu keluarga,” pungkasnya.