ZoyaPatel

SPPG Kalianyar Tamanan Bangun IPAL Sesuai Standar BGN, Limbah Dapur MBG Diolah Ramah Lingkungan

Mumbai
Foto: Jaringan IPAL SPPG Kalianyar Tamanan 

Bondowoso, (JaringanKita.Id) — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG Kalianyar Tamanan kini mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dibangun sesuai Standar Badan Gizi Nasional BGN. 

Langkah ini untuk memastikan limbah cair dari dapur Program Makan Bergizi Gratis MBG SPPG Kalianyar Tamanan tidak mencemari lingkungan.

Mitra SPPG Kalianyar Tamanan, Yul Riyadi menjelaskan, IPAL SPPG dirancang sesuai 3 prinsip BGN yakni Pengolahan Bertahap, Pemantauan Rutin, dan Pembuangan Aman. 

Prosesnya dimulai dari bak grease trap untuk memisahkan minyak/lemak sisa masak, lalu masuk bak pengendapan lumpur, bak aerasi, hingga bak filtrasi akhir. 

"Air keluaran IPAL wajib memenuhi baku mutu Kepmen LH No.68/2016 sebelum dibuang ke saluran umum," ujar Yul Riyadi saat di temui JaringanKita, Jumat (24/7/2026).

Hal ini juga ditegaskan oleh Kepala SPPG Kalianyar Tamanan, Muhammad Subhan, menurutnya dengan kapasitas m³/hari, IPAL ini mampu menampung limbah dari dapur yang memproduksi porsi MBG per hari. 

"Lumpur hasil endapan diolah jadi kompos untuk kebun gizi SPPG, sementara air olahan dimanfaatkan untuk menyiram tanaman," kata Subhan.

Ia juga mengatakan IPAL ini bukti SPPG Kalianyar Tamanan tidak hanya urus gizi, tapi juga jaga kebersihan lingkungan. Ini sejalan dengan arahan BGN soal SPPG berkelanjutan," kata pria yang akrab disapa Subhan ini.

Seperti diketahui, Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan seluruh SPPG memiliki IPAL sebagai syarat operasional. Pemantauan kualitas air limbah dilakukan secara berkala dan dilaporkan ke dinas terkait. (budhi)
Ahmedabad