Universitas Bondowoso Arahkan KKN Jadi Motor Inovasi Desa, Mahasiswa Dibekali Strategi Digitalisasi hingga Penanganan Stunting
Mumbai
Ahmedabad
Bondowoso, (JaringanKita.Id)– Universitas Bondowoso menyiapkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2025/2026 Semester Genap untuk menjadi motor penggerak inovasi di desa. Melalui pembekalan yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Senin (20/7/2026), mahasiswa didorong agar mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat dalam setiap program kerja yang akan dilaksanakan di Kecamatan Tlogosari.
Pembekalan yang berlangsung di Ruang Pekerti Universitas Bondowoso tersebut menjadi bekal utama sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi KKN. Mengusung tema "Pemberdayaan Potensi Desa Berbasis Digital untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Tlogosari", kegiatan ini menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan desa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Rektor Universitas Bondowoso, Samsul Arifin, S.Pd.I., M.H.I., mengatakan bahwa KKN merupakan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus belajar langsung dari kehidupan masyarakat.
"Kuliah Kerja Nyata merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa Universitas Bondowoso diharapkan mampu menghadirkan program-program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat Kecamatan Tlogosari. Selain itu, jagalah etika, akhlak, dan nama baik almamater selama berinteraksi dengan masyarakat, karena keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program, tetapi juga dari keteladanan sikap dan integritas mahasiswa," ujar Samsul Arifin.
Menurutnya, mahasiswa harus mampu menjadi fasilitator perubahan yang mampu menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan inovasi yang lahir dari dunia akademik.
Ketua LPPM Universitas Bondowoso, Mohammad Haris Taufiqur Rahman, S.H., M.H., menegaskan bahwa seluruh program kerja mahasiswa harus diawali dengan observasi lapangan agar solusi yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat.
"Program kerja KKN harus dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, berorientasi pada solusi, serta memiliki keberlanjutan setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian. KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi ruang implementasi ilmu pengetahuan yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dan memperkuat pembangunan desa secara berkelanjutan," jelasnya.
Ia menerangkan, arah KKN tahun ini difokuskan pada penguatan ekonomi dan tata kelola desa melalui digitalisasi UMKM, pendampingan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, administrasi pemerintahan desa berbasis elektronik (e-government), literasi digital, hingga pengelolaan sampah berbasis teknologi.
Selain mendorong inovasi digital, Universitas Bondowoso juga mengintegrasikan Program Mahasiswa Peduli Stunting (Mahasiswa Penting) sebagai implementasi kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Mahasiswa akan terlibat dalam edukasi kesehatan keluarga, pendampingan posyandu, peningkatan gizi ibu hamil dan balita, serta pemberdayaan masyarakat berbasis data sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan penurunan prevalensi stunting.
Dosen Pembimbing Lapangan, Yuda Yulianto, S.I.P., M.I.P., mengingatkan mahasiswa agar mampu membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat selama menjalankan pengabdian.
"Mahasiswa harus menjunjung tinggi tata krama, menghormati nilai-nilai sosial dan budaya setempat, serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat. Kehadiran mahasiswa hendaknya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehingga pelaksanaan program dapat berjalan secara partisipatif dan memperoleh dukungan dari berbagai pihak," katanya.
Selain menerima materi teknis pelaksanaan KKN, mahasiswa juga dibekali penyusunan program kerja, tata tertib, mekanisme pelaporan, penyusunan logbook, publikasi ilmiah, hingga evaluasi kegiatan. Setiap kelompok diwajibkan menghasilkan luaran berupa laporan akhir dan artikel ilmiah pengabdian kepada masyarakat.
Melalui pembekalan ini, Universitas Bondowoso berharap KKN tidak hanya menjadi pengalaman belajar bagi mahasiswa, tetapi juga mampu memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan desa yang lebih maju, mandiri, serta siap menghadapi tantangan pembangunan di era digital. (Rif)